wulanwidianurilmi's Blog

This WordPress.com site is the bee's knees


Leave a comment

Change of fate (part 2)

Tittle : Change of Fate (Part 2)
Main Cast : Kyuhyun, Youngsoo (Sooyoung)
Other Cast : Choi’s Family, Cho’s Family, Eunhyuk, Henry, ETC.
Genre : Romantic, Action
Length : Sequel
Rating : PG-15
Author : Park Handal aka Wulan
Disclaimer : This is mine. Plagiator Go To HELL!. If you find similarities please contact me!
NB : Cerita ini terinspirasi dari beberapa adegan drama korea, tetapi tidak sama, catat hanya terinspirasi. Sebelumnya khamsahamnida untuk cingudeul yang memberikan komentar-komentarnya dipart sebelumnya, baik komentar untuk ketertarikan cerita selanjutnya ataupun komentar mengenai penataan kata agar kalimat tidak rancu atau berbelit-belit. Saya akan berusaha sebaik mungkin. Khamsahamnida. Hwaiting!
Summary :‘ “Tuhan hanya mengatur kelahiran, jodoh, dan kematian manusia. Sedangkan bagaimana kelangsungan hidup manusia, diatur oleh manusia itu sendiri.”, semua orang berkata seperti itu.
“Aku adalah Dia. Dia adalah aku. Kami sama..”, lantas ungkapan tersebut adalah takdir yang ditentukan Tuhan atau oleh manusia. Entahlah…. yang jelas harapanku hanya satu, bersama dirinya.’ . –Kyuhyun-
“Aku tak pernah meminta kepada Tuhan mengenai takdir yang aku dapatkan. Entah aku harus membenci takdir ini atau justru sebaliknya. Tetapi dengan takdir ini aku dipertemukan dengannya.”  -Sooyoung-
-2013, Gangnam, Kediaman Choi’s Family-
Kyuhyun POV
Aku berlari dengan cepatnya, tak peduli aku akan terjatuh, tak peduli pula pada seruan para pelayan yang menghawatirkan diriku. Memangnya aku masih bocah. Yang jelas satu tujuanku,  kamar Soojin Noona. Orang satu-satunya yang masih kuanggap keluarga setelah Eomma meninggalkan kami 4 tahun silam. Aku hanya ingin memastikan mengenai sesuatu, sesuatu yang baru saja kulihat di acara berita malam ini, sesuatu yang akan membuatku gila, tidak! bukan hanya gila tapi sangat gila.
Hanya dalam waktu seperkian detik aku telah berdiri di depan pintu kamarnya yang berwarna coklat. Sebelum aku memegang knop pintunya, tak lupa aku meredamkan amarahku serta detak jantungku, tak mungkin aku berteriak pada Soojin Noona. Setelah aku memungkinkan keadaanku cukup membaik, akupun memutar knop pintunya, pintupun terbuka, dengan jelasnya aku melihat Soojin Noona yang sedang terpaku melihat berita yang sebelumnya aku lihat pula. Bahkan dia tak mendengar deritan bunyi pintu yang tadi aku timbulkan. Yang jelas hanya satu, dari ekspresi wajahnya aku tahu bahwa dia mengalami shock yang luar biasa sepertiku. Setelah menutup pintu, aku pun berjalan kearahnya lalu menepuk pundaknya.
“ Noona, ini tidak benarkan?… Aku bisa gila” ucapku menyadarkan ia dari keterpakuannya.
“ Kyu..”, ia hanya bergumam dengan lirih.
“Noona ini bisa membuatku gila, sangat gila. Sebenarnya apa yang dilakukan si Tuan Choi yang terhormat itu, masuk dalam 3 kandidat presiden, Ciih….” ucapku frustasi.
“Kyu! jaga ucapanmu dia appamu Kyu, Noona sangat mengerti perasaanmu, sangat! Tapi kau harus tetap menghormatinya.”, ucap Noona dengan memandang tepat dimanik mataku disertai pegangan erat kedua tangannya di kedua bahuku.
“Cihh..ada apa  dengan noona sekarang ? Noona membelanya? Mengerti perasaanku? Kalau kau mengerti akan perasaanku Noona pasti akan tetap tinggal disini. Tidak meninggalkanku sendiri” aku bertanya dengan penuh penekanan.
“Aku tidak bisa. Aku sudah berkeluarga Kyu. Dan aku harus mengikuti suamiku, ak-“ucap Soojin Noona, tetapi dengan segera aku menyelanya.       
“Kalau Noona mengerti perasaanku, kau akan tetap tinggal disini. Menemaniku. Tidak pergi bersama suamimu. Kau tau Noona, semenjak kepergian Eomma aku merasa Appa semakin gila dalam mengambil keputusan. Dia memaksaku untuk mengkuti keinginannya. Dia memaksaku untuk belajar mengenai saham, perusahaan, dan entahlah. Dia tidak memperbolehkannku menggapai cita-citaku. Bahkan hanya untuk mengikuti ekskul Tekwondo yang jelas aku sangat menyukainya, yang jelas aku mempunyai bakat dibidang tersebut, dan yang jelas pula aku aku dapat dengan mudah memenangkan beberapa penghargaan dalam bidang tersebut, apa dengan penuh keeogisan melarangku untuk mengikutinya. Dan sekarang apalagi? ciih, presiden? itu berarti Appa akan menyuruhku untuk menggantikannya diperusahaan. Dari awal aku sudah tau APPA INGIN AKU MEREPLIKA DIRINYA!.”, seruku penuh amarah.
“Noona juga tida-“ ucap Soojin Noona terpotong karena tiba-tiba ada suara yang menyelanya.
“Memang kenapa kalau Appa ingin kau menjadi replika Appa?hmm?” deg! ya, suara yang memotong tadi adalah suara Appa, oh tidak bagiku dia hanya seorang Tuan Choi yang terhormat, Tuan Choi yang semena-mena, Tuan Choi yangmempunyai kekuasaan tinggi.
“Soojin-ah keluar! Appa akan bicara dengan Kyu dan kau tetap mengikuti suamimu pindah ke Canada!” ucap Appa penuh penekanan.
“Tapi App-“,
“KELUAR!”,teriak Appa.
Soojin Noona pun keluar dari kamar miliknya sendiri dengan tergesa-gesa, dia tahu bahwa kemarahan Appa hampir mencapai puncaknya, ya dia takut. Tidak sepertiku yang selalu membantah Appa. Meskipun pada akhirnya aku yang kalah. Appa menatapku tajam, dia kira aku akan takut?tidak sama sekali, buktinya aku sekarang telah menatap balik tajam dirinya.
“Kyu dengarkan Appa baik-baik!”,ia berkata dengan tajam, sangat tajam.
“Kau memang dilahirkan untuk menjadi replika diriku, oh tidak bukan hanya replika. Bagiku,diriku tidak terlalu sukses saat ini. Aku hanya seorang pengusaha peringkat ke-4 di dunia. Dan kau harus menyempurnakannya, menyempurnakan dengan menjadi Raja Bisnis di Dunia, Raja Bisnis No.1 panutan di Dunia. Dan oleh sebab itu hanya ada satu cara, kau harus mengikuti apa yang kukatakan padamu. Ini demi kebahagiaanmu, penghormatanmu juga kemartabatanmu.” ucap Appa penuh penekanan.
“Martabat? Penghormatan? aku tidak butuh itu semua! Kalau Appa mengerti kebahagiaanku seharusnya Appa-“
”Tidak hanya itu Kyu ini keinginan eommamu juga, bukan hanya keinginanku, kami berdua telah berjanji kepada Tuhan untuk mendidikmu menjadi penerusku. Apakah kau tega pada Eommamu ? ia melahirkan dan mendidikmu hingga dewasa untuk sukses melebihiku”, sela Appa berkata dengan nada rendah dan mengingatkanku akan eomma.
Yang jelas kali ini aku kalah kembali. Eomma adalah kelemahanku. Dan aku ingat pula bagaimana eomma menginginkan aku menjadi penerus perusahaan. Yah semua keinginan Eomma selalu aku laksanakan, karena semasa ia hidup, ialah yang paling mengerti diriku. Aku kalah telak kembali, dan Appaku yaitu Tuan Choi memenangkan perdebatan sengit ini kembali. Beberapa detik kemudian ia berkata,
“Kau mengerti?” aku yang sekarang menunduk hanya mengangguk mendengar perkataannya, entahlah ini takdirku menjadi boneka keluarga ini.
“Yang jelas meskipun kau baru akan menginjak semester 7, apabila Appa terpilih menjadi Presiden, kau akan menggantikan posisi Appa di Perusahaan. Appa rasa kau pantas Kyu. Kau selalu menjadi yang terbaik diUniversitas.” lanjutnya, dan aku hanya menimpalinya dengan do’a didalam hati, agar ia tak terpilih menjadi Presiden. Meskipun aku tahu peluang dia dalam kemenangannya akan pemilu kali ini mencapai 80%. Siapa juga coba yang meragukan kemampuannya dalam memimpin? Apalagi ia seorang pemimpin perusahaan raksasa elektronik dunia, CJN Corp. Dan Korupsi? Mana mungkin Tuan Choi yang mengakui sebagai Appaku ini melakukannya. Hei harta keluarga ini sudah sangat melimpah. Sangat Melimpah! Chamkan itu.
2 hari kemudian, Canteen Seoul University.
“ Kyu, lihat berita itu, jadi benar ayahmu terpilih menjadi kandidat?” Tanya Eunhyuk setelah melihat berita yang disiarkan di Kantin.
Yah saat ini aku, Eunhyuk dan Henry sedang berkumpul di Kantin Kampus untuk sarapan, karena kami selalu malas untuk sarapan dirumah. Hari ini kami baru saja memasuki awal semester 7. Mendengar pertanyaan Eunhyuk, aku tak menjawab. Kupingku sudah terlalu panas mendengar berita gila ini.
“Yang jelas aku yakin kemenangan Tuan Choi sudah pasti di depan mata! Kau dalam bahaya Kyu! Kalau Appamu terpilih berarti ia akan melepaskan jabatan direktur kepadamu!” timpal Henry.
Aku hanya melihat mereka dengan tatapan tajam, kalian harusnya tahu Henry-ah Eunhyuk-ah aku sedang sensitive dengan berita ini. Melihat tatapan tajam ku, sepertinya mereka merasa cukup takut denganku karena setelah itu mereka membuat huruf V pada jarinya. Aku melajutkan kembali acara sarapanku di kantin ini, hingga tiba-tiba aku merasakan kedua tangganku seperti dikawal. Ternyata  Eunhyuk dan Henry yang melakukannya, mereka kemudian menarikku untuk berdiri, lalu membawaku secara paksa.
“Saatnya Kabur Tuan Muda Cho dan REFRESHING agar otakmu tidak meleset!” ucap mereka bersamaan, aku hanya tertawa geli mendengarnya. Mereka ternyata sudah terkena virus kabur dari diriku, biasanya aku mengajak mereka terlebih dahulu. Hey ini baru hari pertama Semester 7. Mereka memang mengerti diriku.
“Eunhyuk-ah kali ini tujuannya kemana?” tanya Henry.
“Villa Keluarga Lee di Busan, udara sejuk, wilayah tentram, dan aku dengar disana sedang ada acara Pasar Malam Tahunan. 3 Hari cukup! Cukup untuk menenangkan uri Kyu yang akan mengetahui hasil Pemilu tersebut 3 hari lagi. Toh kita tidak ikut pemilihan, kita sudah tahu polling kita tidak akan berpengaruh pada hasil kan?  Maka dari itu kawan-kawan, kita langsung pergi yang jelas kita hanya membutuhkan uang dan kita sudah mempunyainya!”, jawabnya.
“Oke teman-teman…”intrupsi Eunhyuk.
“MARI BERSENANG-SENANG! Hahahaha” teriak kami bersamaan lalu tertawa keras,, tak peduli dengan setiap pandangan yang memandang kami heran, dan kami pun sepakat berangkat dengan menggunakan mobil milikku, mobil BMW bercat Hitam. Selamat tinggal selama 3 hari Seoul!.

-2013. 18:10.Busan, Kediaman Cho’s Family-
Youngsoo (Sooyoung) POV
“Eomma dengar kau berhasil dengan ujian kemiliteran kali ini?” tanya wanita tersebut padaku, aku malas mengakuinya sebagai Eommaku.
“hmm..” aku hanya berdeham mengiyakan. “Youngsoo-ah, Eomma dengar pula kau terpilih menjadi ketua Agen penting untuk pengawalan presiden yang terpilih nanti. Agen 68.  Apakah benar?” tanyanya.
Aku yang semula hanya berbaring di kursi yang ada di tengah rumah pun akhirnya merubah posisiku menjadi duduk, lalu memandang wanita itu dengan sangat tajam.
“Lalu apabila benar Eomma akan melarangku? aku sangat berharap..” ucapku dengan tajam.
“Tentu saja tidak itu sudah takdirmu menjadi penerus appamu!” jawabnya penuh penekanan.
“Aku sudah tahu kau benar-benar sudah tidak menganggapku sebagai seorang yeoja, bodoh sekali aku bertanya hal itu..hahaha” ucapku sinis disertai tawa miris yang meluncur dari mulutku.
“Cukup Youngsoo, kau adalah namja! sejak dilahirkan! sampai nanti pun begitu, ingat itu! Cukup kita bahas ini sampai disini. Yang jelas kau akan menjadi pengawal Presiden. Sesuai keinginan ayahmu. Potong Rambut sebahumu itu. Peraturannya seperti itu bukan. Kita akhiri pembicaraan kita kali ini. Eomma ada urusan dan akan pergi kerumah Halmonie .” ucapnya penuh penekanan dan setelah itu ia pergi dari rumah ini.
Setelah mendengar ucapannya aku hanya tersenyum miris, bukan yeoja? aku namja? 21 tahun, semenjak aku lahir  orang-orang mengetahuiku sebagai namja, entah bagaimana wanita yang mengaku eommaku itu menyembunyikan rahasia ini begitu rapat, bahkan di akta kelahiran dan kartu keluarga aku tercatat sebagai namja, menyedihkan bukan?
Mungkin yang tahu bahwa aku seorang yeoja hanyalah aku, wanita tadi yang tak lain adalah Eommaku, serta Tuhan. Bahkan keluarga besar seperti Halmoni, Abboji, Ahjjusi dan yang lainnya mengetahuiku sebagai seorang namja. Bayangkan saja, TK,SD,SMP,SMA disaat semua yeoja melewati masa-masa tersebut dengan menggenakan rok, mempunyai rambut panjang dengan mengenakan bando, jepit, dan sebagainya, aku harus melewati masa itu dengan mengenakan celana dan  memiliki potongan rambut pendek selayaknya namja, bahkan disaat semua wanita mulai mengenakan bra, aku bukan mengenakannya akan tetapi aku diperintahkannya untuk memakai kain elastis yang membelit dadaku agar dadaku terlihat datar. Jujur itu sangat menyakitkan. Mereka tak mencurigaiku karena aku memiliki postur tinggi badan selayaknya namja. Bahkan ada beberapa wanita yang menyatakan cintanya kepadaku saat SMA. Konyol bukan? entah aku yang bodoh atau mereka yang bodoh. Tidak! akulah yang bodoh mengikuti semua perintah wanita itu, mengikuti perintahnya ini dan itu, mengikuti perintahnya untuk mengikuti kegiatan Taekwondo, Club Bola, dan beberapa kegiatan yang biasa dilakukan namja. Dan dengan bodohnya aku selalu menjadi yang terbaik dalam bidang-bidang tersebut sehingga banyak yeoja yang mengejarku. Setelah itu pula aku menuruti perintahnya mengikuti pelatihan kemiliteran, padahal dengan prestasi menjadi juara umum selama aku menimba ilmu, banyak sekali tawaran beasiswa pendidikan dari berbagai universitas, mulanya aku ingin melanjutkan impianku menjadi seorang pembisnis dengan menerima tawaran beasiswa di Fakultas Bussines International Seoul University, tapi semua itu mimpi.  Yah akulah yang bodoh disini. Entah apa kesalahanku padanya. Yang jelas wanita itu selalu berkata kepadaku jika aku penyebab kematian Appa dan aku harus bertanggungjawab dengan mengabulkan permintaan terakhir Appa, yaitu memiliki putra seorang namja agar dapat menjadi sepertinya, menjadi Ketua Pengawal kepercayaan Presiden, ketua Agen 68. Aku rasa sekarang aku sudah mengabulkannya, aku terpilih menjadi ketua Agen 68. Mekipun dengan mengorbankan seumur hidupku menjadi seorang namja, dan mungkin mengorbankan diriku untuk tidak menikah selamanya. Aku tidak ingin menikahi seorang yeoja.
Memikirkan semua ini membuatku pusing. Akhirnya aku memiliki ide untuk sedikit bersenang-senang. Wanita itu sedang tidak ada dirumah bukan?
“Baik Youngsoo-ah!” oh tidak aku tidak suka nama yang bersifat kelaki-lakian tersebut. Aku selalu menyebut diriku sebagai Sooyoung, ya Sooyoung.
“Baik Sooyoung-ah, mari bersenang senang hari ini! pergi kepasar malam dengan menggunakan dress dan flatshoes serta sedikit bermakeup, menjadi yeoja untuk terakhir kalinya selama beberapa jam kedepan, sebelum rambutmu ini kau potong menjadi sangat pendek untuk bertugas sampai tua nanti menjaga presiden.Hwating!” ucapku menyemangati diriku.
Yah tanpa eomma ketahui aku mempunyai sebuah dress berwarna peach, flatshoes berwarna hitam, serta beberapa peralatan makeup yang selalu kutaruh di bawah kasur. Aku memiliki benda-benda tersebut saat SMA. Mengumpulkan uang jajan dengan pulang sekolah hanya dengan berjalan kaki, agar aku dapat membeli sebuah dress peach, sepasang flatshoes hitam serta alat makeup yang aku lihat di Pasar Malam Tahunan. Para Penjual selalu berkata bahwa aku pria romantis yang memberi kado  untuk yeojacingunya. Hahaha, dan aku hanya menanggapi mereka dengan senyuman. Barang-barang tersebut selalu aku gunakan setiap tahunnya untuk mengikuti kegiatan terbesar desa kami yaitu Pasar Malam Tahunan, itu pun apabila eomma pergi, dan aku pulang dengan memakai pakaian namja kembali. Banyak pria yang menggodaku dan berkata aku sangat cantik. Apakah mereka tidak mengenalku bahwa aku Youngsoo. Hey mereka yang menggodaku itu teman-teman namja SMAku!. Tapi setidaknya kata ‘cantik’ itu sedikit mengobati rasa sedih yang selama ini kualami.
Oke aku sudah siap. Aku melihat pantulan diriku dicermin, satu kata cantik! apakah eomma tidak menyadarinya? sudahlah lupakan. Aku pun bergegas keluar rumah dengan sangat hati-hati agar tak ada tetangga yang melihatku. Taklupa aku pergi dengan membawa perlengkapan namja, agar disaat pulang nanti eomma tidak mencurigaiku karena aku telah tampil layaknya namja. Setelah dipastikan aman aku pun melanjutkan perjalananku dengan berjalan kaki, karena Pasar Malam itu hanya berjarak 1km dari rumahku. Aku berjalan kaki dengan santai, menikmati hidupku sebagai seorang yeoja untuk terakhir kalinya. Tak lama setelah itu aku sampai, aku pun menikmati setiap acara serta stan yang ada di Pasar malam tersebut. Oh dan jangan lupa selain untuk menikmati acara yang disediakan, aku pun selalu senang membantu stan penjual yang terlihat sepi.

Kyuhyun POV
“Kyu-ah aku ingin kepasar malam itu terlebih dahulu, yah ingin membeli beberapa baju serta perlengkapan lainnya, kau tau kan disini tidak ada mall dan sebagainya , jadi tepikan mobilnya di depan pasar malam itu.” ucap Eunhyuk.
“Yah kau memerintahku? Sudah menyetir tidak mau, Lihatlah Henry dan aku bergantian menyetir. Kami lelah pabbo!” ucapku sambil memukul pelan kepalanya karena ia duduk disebelahku.
“Ya sudah, aku juga perlu beberapa pakaian. Aku malah senang bisa berbelanja di tempat seperti ini. Rasanya seperti manusia yang hidup sederhana, menyenangkan. Kita juga akan sedikit bersenang-senang. Bangunkan Henry” lanjutku.
Setelah itu aku pun menepikan mobil. Oh, tidak punggungku rasanya remuk setelah menyetir selama 3 jam menggantikan Henry, sementara si monyet itu malah diam. Kami pun keluar dari mobil dan melangkah menuju Pasar Malam Tahunan, acara tahunan yang kata Eunhyuk paling meriah di Busan ini. Aku melihat betapa ramainya suasana pasar malam ini. Ini akan menyenangkan.
Saat kami memasuki gerbang utama pasar malam ini, aku sedikit terpesona karena melihat siluet seorang wanita cantik yang tersirat kelembutan hati diwajahnya, wanita itu aku perkirakan seumuran denganku. Kulitnya tidak terlalu putih justru itu yang menjadi daya tariknya. Wajahnya amatlah cantik dengan makeup natural, tak lupa mata bulat dan kening indahnya menyempurnakan wajahnya. Aku perkirakan tinggi badanya sekitar 173, sangat tinggi bukan untuk seorang wanita. Ia mengenakan dress berwarna peach serta sepatu flatshoes hitam yang sangat cocok dengannya, sayangnya gaun itu sedikit kusam. Tapi tetap saja kecantikannya terpanca jelas. Kulihat sekitar, banyak namja yang tertegun pula melihat dirinya, mereka sama sepertiku, terpesona. Sebuah tepukan di pundakku menyadarkanku.
“Ya Kyuhyun-ah kau terpesona ya? ayo mengakulah, dia memang manis, aku juga sedikit tertarik. Sayangnya aku suka yang seksi-seksi. Hehehe” tanya Eunhyuk diringi kerlingan matanya guna menggodaku yang justru berdampak mual pada perutku.
“Ti-Tidak…” ucapku gugup.
“Sudahlah Kyu terlihat jelas kau sangat menyukainya, wajahmu memerah.hahahahaha…Hey berarti dia Cinta Pertama Kyu Eunhyuk-ah” ucap Henry dilanjutkan dengan gerai tawa dari keduaya.
Aku hanya diam,pasrah. Toh mereka pasti dapat membacanya karena aku tak bisa mengendalikan diriku. Yah ini pertama kalinya aku jatuh cinta, benar apa yang diucapkan Henry.
“Ayo kita hampiri bidadarimu itu Kyu” ucap Henry sambil menyeret tanganku untuk menghampiri gadis itu.
“Yah lepaskan bodoh! kalian hanya akan membuatku malu” pekikku.
Tapi mereka tetap saja menyeretku. Entah apa yang membuat mereka berhenti menyeretku seketika. Akhirnya aku tau mengapa mereka bereaksi seperti itu. Yah, aku melihat gadis itu mengunjungi stan kaos seorang ahjuma yang sepi. Samar-samar ku dengar ia berkata kepada ahjuma tersebut menegenai taktik penjualan agar stan tersebut tidak sepi. Setelah ia menjelaskan itu, ia pun mempraktekannya dengan berkata sesuatu guna memancing pelanggan. Dan benar saja dalam waktu yang relatif singkat stan tersebut sangat dipenuhi oleh berbagai kalangan, baik remaja, anak-anak, ahjusi, ahjuma maupun halmoni dan haraboji. Yang jelas aku cukup kagum dengan bagaimana ia dapat membuat serangkai rencana yang merubah keadaan stan yang tadinya sepi tersebut menjadi ramai, apakah ia kuliah di jurusan bisnis sepertiku? aku saja belum memperaktekan ilmu kuliahku secara langsung.
“Dia keren…. Aku tidak yakin bisa seperti itu, apakah ia sama seperti kita?” ucap Enhyuk yang ternyata sepemikiran denganku.
“Kau sepemikiran denganku Hyuk-ah. Ya taktik penjualannya sangat keren, lihatlah stan tersebut sangat penuh!” timpal Henry. Akupun hanya mengangguk mengiyakan.
Kami terdiam menikmati aktivitasnya. Beberapa saat kemudian aku melihat pelanggan di stan tersebut berkurang satu persatu,  mereka pulang dengan membawa beberapa kantung yang berisi kaos yang dijual di stan tersebut. Aku pun melihat 70% barang dari stan tersebut sudah nyaris habis. Taktik penjualanya benar-benar luar biasa.
Aku memperhatikannya kembali setelah stannya lenggang ,ia berkata pada ahjuma tersebut, dan ahjuma tersebut menganguk serta tersenyum kepada wanita tersebut. Tak lupa ahjuma itu mengucapkan terimakasih banyak kepadanya. Mungkin merasa diperhatikan oleh kami bertiga, ia pun menengok ke arah kami, tak lupa senyum manis terpampang diwajahnya. Ia pun melambaikan tangannya kepada kami, menyuruh kami untuk mendekat. Yah tak ada pilihan lain selain kami mendekat, lagipula kami juga membutuhkan beberapa kaos untuk pakaian ganti kami.
“Selamat datang, Selamat malam pula.. Kalian sepertinya memerhatikan kami sejak tadi, apakah kalian membutuhkan sebuah kaos?” ucapnya, entah mengapa suaranya terdengar merdu ditelingaku, membuat wajahku rasanya panas.
“Malam… Nona cantik” ucak Eunhyuk dan Henry disertai godaan, ia hanya tersenyum mendengar itu.
“yah Kyu kenapa kau tidak membalas sapaanya, bukankah kau menyukainya. Hai Nona dengarkan baik-baik dia menyukaimu! Kau cinta pertamanya. Ka-“ ucap Eunhyuk tapi segera aku bekap mulutnya agar ia tidak berkata yang tidak-tidak, ku lihat yeoja itu melihatku, tetapi dengan segera ia mengalihkan pandanganya ketika aku membalas tatapannya, ia menunduk dan kulihat pula semburat merah dipipi chubbynya, kyeopta.
“Nona, temanku ini hanya bercanda, jangan terlalu didengarkan, hahaha” ucapku penuh kecanggungan, yang jelas wajahku panas sekarang.
“Bohong Nona, Eunhyuk benar, Kyu terpesona padamu, hahahaha…..lihat wajahnya merah” timpal Henry. Aku pun melirik kearah Henry ,tak lupa dengan bola mata yang aku bulatkan secara penuh mengartikan ‘tutup mulutmu !’.
“Lihat kan Nona dia bereaksi seperti itu pertanda bahwa ucapanku memang benar, hahaha…” ucap Henry malah menjadi-jadi.
Aku pun melepaskan bekapan tanganku dari mulut Eunhyuk . Lalu mengerakan tanganku kekiri dan kekanan bermaksud menyela.
“Nona…” ucapku bingung karena tak mengetahui namanya. “Sooyoung!Cho Sooyoung” timpalnya, nama yang cantik.
“Yeah, Sooyoungssi mmmm…aku harus mengatakan apa ya, jujur aku tak pandai berbohong, yah ada benarnya perkataan mereka. Aku cukup menyukaimu.Hahaha” ucapku penuh kecanggungan disetai gerakan tangganku mengusap tengkukku.
“Mwooo…” ucapnya sembil membulatkan matanya. Dia semakin cantik saja.
“oh…oh tidak bukan artinya mencintaimu tapi mengagumimu, mengangumi cara kau memasarkan produk kaos ini. Kau  sepertinya kau seumuran denganku. Melihat kau pandai membuat taktik penjualan, apakah kau sama seperti kami kuliah dijurusan bisnis?” tanyaku diiringi smirk andalanku karena aku telah mengembalikan suasana. Dia termenung sejenak. Rupanya kau terperangkap pesonaku. Hahaha Kyuhyun-ah pesonamu memang keren.
“o-oh tidak! hahaha. Aku hanya sedikit mempelajarinya dari buku diperpustakaan saat SMA dulu” ucapnya gugup.
“Wah Jinja? tapi kau keren tadi.. Lalu kau sekarang kuliah di jurusan apa? kenapa tidak ambil bisnis saja?” tanya Eunhyuk beruntut.
“Aku tidak kuliah, —oh tidak maaf aku harus cepat pulang, maaf ibuku pasti mencariku, Annyeong! Annyeong ahjuma!” ucapnya sambil membungkuk berkali-kali, lalu segera berlari dengan tergesa gesa.
“Ne annyeong Sooyoung-ssi berhatihatilah.” teriak ahjuma tersebut.
“Yah Kyu padahal kau belum menanyakan alamat dan nomor ponselnya. Tenanglah Kyu jodoh tak akan kemana” ucap Henry.
Yah aku merasa menyesal tak sempat menanyakannya, ayolah dia cinta pertamaku, cinta pandangan pertamaku.
“Dia memang gadis cantik berhati malaikat” ucap ahjuma yang memiliki stan kaos ini secara tiba-tiba membuat kami menatapnya. Aku beranikan diriku untuk bertanya padanya,
“Apa ahjuma tau tentangnya lebih dalam?” tanyaku.
“Tidak, tidak ada yang mengetahuinya. Dia selalu datang hanya setahun 3 kali disaat Pasar Malam Tahunan ini berlangsung. Dia selalu memakai pakaian itu, dress peach dilengkapi flatshoes, meskipun baju itu cukup kumal, tapi pesona kecantikannya tetap terpancar. Kami hanya melihatnya saat itu saja. Dia selalu membantu stan yang terlihat sepi. Disaat kami ingin menyakan identitasnya lebih lanjut. Dia akan segera pergi dengan alasan ibunya akan mencarinya. Entahlah… Hey anak muda kau terlihat sangat menyukainya. Kau harus bersaing banyak juga pemuda yang tertarik padanya Hahaha… Tapi sayangnya mereka patah semangat karena tak melihatnya kembali setelah acara ini selesai” ucapnya.
Aku hanya tersenyum kecil. Kesempatanku hilang untuk mengenalnya. Setelah mendapatkan penjelasan ahjuma tersebut, akhirnya kami membeli beberapa kaos distannya. Berpamitan dengan ahjuma itu. Lalu berkeliling kembali mencari beberapa peralatan yang kami butuhkan.
Sooyoung Pov
Sungguh melihat namja tadi membuat hatiku berdebar. Namanya? entahlah..sekilas aku mendengar temannya memanggil ia ‘Kyu’, mungkin namanya Kyuhwa? Yeongkyu? Kyuhyun?SungKyu? ah molla. Lagipula kalaupun aku mengenalnya lebih dalam , aku tetap tak bisa bersamanya. Itulah alasanku menjauh darinya tadi.
Aku pun berkeliling di Pasar Malam ini, ya.. mencari letak wc umum guna mengubah penampilanku menjadi namja. Karena saat pulang nanti pasti eomma sudah ada dirumah. Yah Gotcha! aku menemukannya. Akupun memasuki wc umum tersebut lalu mengganti pakaiannya menjadi memakai kaos, jeans, lalu kemeja dengan kancing dibuka serta memakai topi, tak lupa aku hapus riasanku. Setelah itu aku masukan semua perlengkapanku kedalam ransel kulitku.
Aku sedikit menghela nafas karena  mengingat suatu hal, yah ini waktunya. Waktu untuk  memotong rambutku menjadi pendek, guna mematuhi peraturan menjadi Agen 68  Kenapa peraturannya tidak sama seperti di Pelatihan saja yang membebaskan potongan rambut? molla…aku malas memikirkannya. Aku pun bergegas keluar dari wc ini, sepertinya tak ada yang mencurigaiku. Kemudian aku berkeliling mencari stan pangkas rambut di Pasar Malam ini. Hey jangan kira di Pasar Malam ini tak ada yang semacam itu, disini semuanya komplit.
Aku pun menemukan pangkas rambut tersebut dan berjalan memasukinya, lalu meminta kepada seorang ahjusi untuk memangkasnya sesuai aturan penataan rambut yang ditetapkan. Sepanjang kegiatan ahjusi memangkas rambutku aku hanya bisa menahan nafas. Dan akhirnya, selesailah! Aku melihat cermin, terlihat pantulan manusia menyerupai namja disana, yah itu aku. Sungguh menyesakkan. Aku tersenyum miris. Mulai hari ini aku benar-benar akan menjadi laki-laki. Setelah membayar aku pun keluar, tak lupa mengenakan topi. Lalu akupun berjalan pulang melawati jalan yang tadi aku lewati saat menuju kemari.
Ini sudah pukul 11 malam, jalan cukup sepi. Aku tidak takut sama sekali, toh meskipun banyak perampok yang menyerang aku dapat mengatasinya dengan baik. Sekitar setengah jalan sudah aku lewati, ada yang menarik perhatianku . Yah sekitar 30 meter didepanku, aku melihat sebuah mobil BMW hitam berhenti mendadak, karena ada seorang pria 35 tahun yang tiba-tiba menyebrang lalu terjatuh. Ciiih… taktik perampok murahan. Aku sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Gotcha! Pemikiranku benar. Seseorang yang mengemudikan mobil tersebut keluar untuk memastikan keadaan ahjusi tersebut. Hey itu si pria bernama ‘Kyu’ yang ada dipasar malam tadi. Kulihat sekitar 9 orang berpakaian hitam kemudian bermunculan dari belakang mobilnya. Dia dalam bahaya. Aku segera berlari menghampirinya guna menyelamatkannya. Kulihat seseorang pria membawa kayu mendekatinya, dia akan memukul punggungnya dan 8 orang lainnya mengepung mobil hitam BMW yang kuayakini ada 2 temannya yang tadi kutemui di Pasar Malam  berada didalamya. Aku telat! Kulihat pria itu mengayunkan kayunya, aku menahan nafas. Tapi ternyata, pria benama ‘Kyu’ itu tiba-tiba berbalik, dan menahan kayunya. Lalu menendang perut pria tersebut.  Perkiraan yang sangat tepat! Kurasa dia pernah belajar bela diri sebelumya. Kulihat pintu mobil hitam itu terbuka menampakan kedua temannya. Terjadi perkelahian, tapi kedua teman pria bernama ‘Kyu’ itu kalah telak. Yah tinggal ‘Kyu’ yang menyerangnya. Dia kewalahan, karena dia harus melawan 8 orang perampok yang masih mencoba menyerangnya. Aku pun menghampirinya, lalu membantunya. Kulihat ia sedikit terkejut. Tapi ia tetap melancarkan aksinya. Dengan segala kemampuan kami yang tidak membawa senjata apapun, selain bermodalkan tangan, kaki, serta otak yang cerdas. Kami tidak banyak melakukan gerakan Makki (tangkisan), tetapi kami banyak melakukan Kongkyok Kisul (teknik serangan). Aku lebih mengutamakan Momtong Jireugi (pukulan lurus ke depan, sasaran tengah / ulu hati) dan Ap Chagi (tendangan depan). Sedangkan Kyu lebih fokus untuk menyerang menggunakan gerakan yang sekilas terlihat seperti gerakan Dwi Chagi (tendangan belakang) dan Kawi Makki (tangkisan menggunting), dia cukup pintar mengkolaborasikannya. Akhirnya dengan sedikit kemampuan yang kukeluarkan serta kemampuan Kyu yang meski memukau tetapi terlihat belum ahli melakukannya , kami dengan telak memenangkan perkelahian ini. Aku menumbangkan 4 namja dan dia 4 pula sama sepertiku. Untuk ukuran mahasiswa yang belajar Bisnis ia cukup pandai berkelahi menggunanakan teknik Taekwondo. Yah seperti yang aku simpulkan tadi, dia sepertinya pernah belajar bela diri.
“Melihatmu tadi, Kau sepertinya pernah belajar Taekwondo. Kau tak apa-apa?” ucapku dengan nada bass yang biasa aku keluarkan disaat aku menjadi namja. Di menatapku sejenak, membuat jantungku berdebar kembali. Tak lupa jari jempolnya ia usapkan ke ujung bibirnya untuk menyeka darah.
“Ne, hanya sebentar. Aku baik-baik saja. Terimakasih.” ucapnya, entah kenapa ia menatapku dalam, lalu tiba tiba ia menghampiriku dan memegang topiku , ia hendak  membukanya. Tapi aku dengan sigap menahannya. Satu kata  keluar dari mulutnya  membuat dirikuku tersentak,
“Sooyoung-ssi?”
TBC

Maaf ya ceritanya jelek,udah gitu typo dimana-mana, ini pertama kali aku bikin ff lho, aku minta respon kalian mengenai ffku baik kekurangan atau yang lainnya……. Aku ga berharap komen banyak dulu yang penting ada yang baca dan menghargai…babayyy
 

Advertisements


Leave a comment

Change of Fate (part 2)

Tittle : Change of Fate (Part 2)
Main Cast : Kyuhyun, Youngsoo (Sooyoung)
Other Cast : Choi’s Family, Cho’s Family, Eunhyuk, Henry, ETC.
Genre : Romantic, Action
Length : Sequel
Rating : PG-15
Author : Park Handal aka Wulan
Disclaimer : This is mine. Plagiator Go To HELL!. If you find similarities please contact me!
NB : Cerita ini terinspirasi dari beberapa adegan drama korea, tetapi tidak sama, catat hanya terinspirasi. Sebelumnya khamsahamnida untuk cingudeul yang memberikan komentar-komentarnya dipart sebelumnya, baik komentar untuk ketertarikan cerita selanjutnya ataupun komentar mengenai penataan kata agar kalimat tidak rancu atau berbelit-belit. Saya akan berusaha sebaik mungkin. Khamsahamnida. Hwaiting!
Summary :‘ “Tuhan hanya mengatur kelahiran, jodoh, dan kematian manusia. Sedangkan bagaimana kelangsungan hidup manusia, diatur oleh manusia itu sendiri.”, semua orang berkata seperti itu.
“Aku adalah Dia. Dia adalah aku. Kami sama..”, lantas ungkapan tersebut adalah takdir yang ditentukan Tuhan atau oleh manusia. Entahlah…. yang jelas harapanku hanya satu, bersama dirinya.’ . –Kyuhyun-
“Aku tak pernah meminta kepada Tuhan mengenai takdir yang aku dapatkan. Entah aku harus membenci takdir ini atau justru sebaliknya. Tetapi dengan takdir ini aku dipertemukan dengannya.”  -Sooyoung-
-2013, Gangnam, Kediaman Choi’s Family-
Kyuhyun POV
Aku berlari dengan cepatnya, tak peduli aku akan terjatuh, tak peduli pula pada seruan para pelayan yang menghawatirkan diriku. Memangnya aku masih bocah. Yang jelas satu tujuanku,  kamar Soojin Noona. Orang satu-satunya yang masih kuanggap keluarga setelah Eomma meninggalkan kami 4 tahun silam. Aku hanya ingin memastikan mengenai sesuatu, sesuatu yang baru saja kulihat di acara berita malam ini, sesuatu yang akan membuatku gila, tidak! bukan hanya gila tapi sangat gila.
Hanya dalam waktu seperkian detik aku telah berdiri di depan pintu kamarnya yang berwarna coklat. Sebelum aku memegang knop pintunya, tak lupa aku meredamkan amarahku serta detak jantungku, tak mungkin aku berteriak pada Soojin Noona. Setelah aku memungkinkan keadaanku cukup membaik, akupun memutar knop pintunya, pintupun terbuka, dengan jelasnya aku melihat Soojin Noona yang sedang terpaku melihat berita yang sebelumnya aku lihat pula. Bahkan dia tak mendengar deritan bunyi pintu yang tadi aku timbulkan. Yang jelas hanya satu, dari ekspresi wajahnya aku tahu bahwa dia mengalami shock yang luar biasa sepertiku. Setelah menutup pintu, aku pun berjalan kearahnya lalu menepuk pundaknya.
“ Noona, ini tidak benarkan?… Aku bisa gila” ucapku menyadarkan ia dari keterpakuannya.
“ Kyu..”, ia hanya bergumam dengan lirih.
“Noona ini bisa membuatku gila, sangat gila. Sebenarnya apa yang dilakukan si Tuan Choi yang terhormat itu, masuk dalam 3 kandidat presiden, Ciih….” ucapku frustasi.
“Kyu! jaga ucapanmu dia appamu Kyu, Noona sangat mengerti perasaanmu, sangat! Tapi kau harus tetap menghormatinya.”, ucap Noona dengan memandang tepat dimanik mataku disertai pegangan erat kedua tangannya di kedua bahuku.
“Cihh..ada apa  dengan noona sekarang ? Noona membelanya? Mengerti perasaanku? Kalau kau mengerti akan perasaanku Noona pasti akan tetap tinggal disini. Tidak meninggalkanku sendiri” aku bertanya dengan penuh penekanan.
“Aku tidak bisa. Aku sudah berkeluarga Kyu. Dan aku harus mengikuti suamiku, ak-“ucap Soojin Noona, tetapi dengan segera aku menyelanya.       
“Kalau Noona mengerti perasaanku, kau akan tetap tinggal disini. Menemaniku. Tidak pergi bersama suamimu. Kau tau Noona, semenjak kepergian Eomma aku merasa Appa semakin gila dalam mengambil keputusan. Dia memaksaku untuk mengkuti keinginannya. Dia memaksaku untuk belajar mengenai saham, perusahaan, dan entahlah. Dia tidak memperbolehkannku menggapai cita-citaku. Bahkan hanya untuk mengikuti ekskul Tekwondo yang jelas aku sangat menyukainya, yang jelas aku mempunyai bakat dibidang tersebut, dan yang jelas pula aku aku dapat dengan mudah memenangkan beberapa penghargaan dalam bidang tersebut, apa dengan penuh keeogisan melarangku untuk mengikutinya. Dan sekarang apalagi? ciih, presiden? itu berarti Appa akan menyuruhku untuk menggantikannya diperusahaan. Dari awal aku sudah tau APPA INGIN AKU MEREPLIKA DIRINYA!.”, seruku penuh amarah.
“Noona juga tida-“ ucap Soojin Noona terpotong karena tiba-tiba ada suara yang menyelanya.
“Memang kenapa kalau Appa ingin kau menjadi replika Appa?hmm?” deg! ya, suara yang memotong tadi adalah suara Appa, oh tidak bagiku dia hanya seorang Tuan Choi yang terhormat, Tuan Choi yang semena-mena, Tuan Choi yangmempunyai kekuasaan tinggi.
“Soojin-ah keluar! Appa akan bicara dengan Kyu dan kau tetap mengikuti suamimu pindah ke Canada!” ucap Appa penuh penekanan.
“Tapi App-“,
“KELUAR!”,teriak Appa.
Soojin Noona pun keluar dari kamar miliknya sendiri dengan tergesa-gesa, dia tahu bahwa kemarahan Appa hampir mencapai puncaknya, ya dia takut. Tidak sepertiku yang selalu membantah Appa. Meskipun pada akhirnya aku yang kalah. Appa menatapku tajam, dia kira aku akan takut?tidak sama sekali, buktinya aku sekarang telah menatap balik tajam dirinya.
“Kyu dengarkan Appa baik-baik!”,ia berkata dengan tajam, sangat tajam.
“Kau memang dilahirkan untuk menjadi replika diriku, oh tidak bukan hanya replika. Bagiku,diriku tidak terlalu sukses saat ini. Aku hanya seorang pengusaha peringkat ke-4 di dunia. Dan kau harus menyempurnakannya, menyempurnakan dengan menjadi Raja Bisnis di Dunia, Raja Bisnis No.1 panutan di Dunia. Dan oleh sebab itu hanya ada satu cara, kau harus mengikuti apa yang kukatakan padamu. Ini demi kebahagiaanmu, penghormatanmu juga kemartabatanmu.” ucap Appa penuh penekanan.
“Martabat? Penghormatan? aku tidak butuh itu semua! Kalau Appa mengerti kebahagiaanku seharusnya Appa-“
”Tidak hanya itu Kyu ini keinginan eommamu juga, bukan hanya keinginanku, kami berdua telah berjanji kepada Tuhan untuk mendidikmu menjadi penerusku. Apakah kau tega pada Eommamu ? ia melahirkan dan mendidikmu hingga dewasa untuk sukses melebihiku”, sela Appa berkata dengan nada rendah dan mengingatkanku akan eomma.
Yang jelas kali ini aku kalah kembali. Eomma adalah kelemahanku. Dan aku ingat pula bagaimana eomma menginginkan aku menjadi penerus perusahaan. Yah semua keinginan Eomma selalu aku laksanakan, karena semasa ia hidup, ialah yang paling mengerti diriku. Aku kalah telak kembali, dan Appaku yaitu Tuan Choi memenangkan perdebatan sengit ini kembali. Beberapa detik kemudian ia berkata,
“Kau mengerti?” aku yang sekarang menunduk hanya mengangguk mendengar perkataannya, entahlah ini takdirku menjadi boneka keluarga ini.
“Yang jelas meskipun kau baru akan menginjak semester 7, apabila Appa terpilih menjadi Presiden, kau akan menggantikan posisi Appa di Perusahaan. Appa rasa kau pantas Kyu. Kau selalu menjadi yang terbaik diUniversitas.” lanjutnya, dan aku hanya menimpalinya dengan do’a didalam hati, agar ia tak terpilih menjadi Presiden. Meskipun aku tahu peluang dia dalam kemenangannya akan pemilu kali ini mencapai 80%. Siapa juga coba yang meragukan kemampuannya dalam memimpin? Apalagi ia seorang pemimpin perusahaan raksasa elektronik dunia, CJN Corp. Dan Korupsi? Mana mungkin Tuan Choi yang mengakui sebagai Appaku ini melakukannya. Hei harta keluarga ini sudah sangat melimpah. Sangat Melimpah! Chamkan itu.
2 hari kemudian, Canteen Seoul University.
“ Kyu, lihat berita itu, jadi benar ayahmu terpilih menjadi kandidat?” Tanya Eunhyuk setelah melihat berita yang disiarkan di Kantin.
Yah saat ini aku, Eunhyuk dan Henry sedang berkumpul di Kantin Kampus untuk sarapan, karena kami selalu malas untuk sarapan dirumah. Hari ini kami baru saja memasuki awal semester 7. Mendengar pertanyaan Eunhyuk, aku tak menjawab. Kupingku sudah terlalu panas mendengar berita gila ini.
“Yang jelas aku yakin kemenangan Tuan Choi sudah pasti di depan mata! Kau dalam bahaya Kyu! Kalau Appamu terpilih berarti ia akan melepaskan jabatan direktur kepadamu!” timpal Henry.
Aku hanya melihat mereka dengan tatapan tajam, kalian harusnya tahu Henry-ah Eunhyuk-ah aku sedang sensitive dengan berita ini. Melihat tatapan tajam ku, sepertinya mereka merasa cukup takut denganku karena setelah itu mereka membuat huruf V pada jarinya. Aku melajutkan kembali acara sarapanku di kantin ini, hingga tiba-tiba aku merasakan kedua tangganku seperti dikawal. Ternyata  Eunhyuk dan Henry yang melakukannya, mereka kemudian menarikku untuk berdiri, lalu membawaku secara paksa.
“Saatnya Kabur Tuan Muda Cho dan REFRESHING agar otakmu tidak meleset!” ucap mereka bersamaan, aku hanya tertawa geli mendengarnya. Mereka ternyata sudah terkena virus kabur dari diriku, biasanya aku mengajak mereka terlebih dahulu. Hey ini baru hari pertama Semester 7. Mereka memang mengerti diriku.
“Eunhyuk-ah kali ini tujuannya kemana?” tanya Henry.
“Villa Keluarga Lee di Busan, udara sejuk, wilayah tentram, dan aku dengar disana sedang ada acara Pasar Malam Tahunan. 3 Hari cukup! Cukup untuk menenangkan uri Kyu yang akan mengetahui hasil Pemilu tersebut 3 hari lagi. Toh kita tidak ikut pemilihan, kita sudah tahu polling kita tidak akan berpengaruh pada hasil kan?  Maka dari itu kawan-kawan, kita langsung pergi yang jelas kita hanya membutuhkan uang dan kita sudah mempunyainya!”, jawabnya.
“Oke teman-teman…”intrupsi Eunhyuk.
“MARI BERSENANG-SENANG! Hahahaha” teriak kami bersamaan lalu tertawa keras,, tak peduli dengan setiap pandangan yang memandang kami heran, dan kami pun sepakat berangkat dengan menggunakan mobil milikku, mobil BMW bercat Hitam. Selamat tinggal selama 3 hari Seoul!.

-2013. 18:10.Busan, Kediaman Cho’s Family-
Youngsoo (Sooyoung) POV
“Eomma dengar kau berhasil dengan ujian kemiliteran kali ini?” tanya wanita tersebut padaku, aku malas mengakuinya sebagai Eommaku.
“hmm..” aku hanya berdeham mengiyakan. “Youngsoo-ah, Eomma dengar pula kau terpilih menjadi ketua Agen penting untuk pengawalan presiden yang terpilih nanti. Agen 68.  Apakah benar?” tanyanya.
Aku yang semula hanya berbaring di kursi yang ada di tengah rumah pun akhirnya merubah posisiku menjadi duduk, lalu memandang wanita itu dengan sangat tajam.
“Lalu apabila benar Eomma akan melarangku? aku sangat berharap..” ucapku dengan tajam.
“Tentu saja tidak itu sudah takdirmu menjadi penerus appamu!” jawabnya penuh penekanan.
“Aku sudah tahu kau benar-benar sudah tidak menganggapku sebagai seorang yeoja, bodoh sekali aku bertanya hal itu..hahaha” ucapku sinis disertai tawa miris yang meluncur dari mulutku.
“Cukup Youngsoo, kau adalah namja! sejak dilahirkan! sampai nanti pun begitu, ingat itu! Cukup kita bahas ini sampai disini. Yang jelas kau akan menjadi pengawal Presiden. Sesuai keinginan ayahmu. Potong Rambut sebahumu itu. Peraturannya seperti itu bukan. Kita akhiri pembicaraan kita kali ini. Eomma ada urusan dan akan pergi kerumah Halmonie .” ucapnya penuh penekanan dan setelah itu ia pergi dari rumah ini.
Setelah mendengar ucapannya aku hanya tersenyum miris, bukan yeoja? aku namja? 21 tahun, semenjak aku lahir  orang-orang mengetahuiku sebagai namja, entah bagaimana wanita yang mengaku eommaku itu menyembunyikan rahasia ini begitu rapat, bahkan di akta kelahiran dan kartu keluarga aku tercatat sebagai namja, menyedihkan bukan?
Mungkin yang tahu bahwa aku seorang yeoja hanyalah aku, wanita tadi yang tak lain adalah Eommaku, serta Tuhan. Bahkan keluarga besar seperti Halmoni, Abboji, Ahjjusi dan yang lainnya mengetahuiku sebagai seorang namja. Bayangkan saja, TK,SD,SMP,SMA disaat semua yeoja melewati masa-masa tersebut dengan menggenakan rok, mempunyai rambut panjang dengan mengenakan bando, jepit, dan sebagainya, aku harus melewati masa itu dengan mengenakan celana dan  memiliki potongan rambut pendek selayaknya namja, bahkan disaat semua wanita mulai mengenakan bra, aku bukan mengenakannya akan tetapi aku diperintahkannya untuk memakai kain elastis yang membelit dadaku agar dadaku terlihat datar. Jujur itu sangat menyakitkan. Mereka tak mencurigaiku karena aku memiliki postur tinggi badan selayaknya namja. Bahkan ada beberapa wanita yang menyatakan cintanya kepadaku saat SMA. Konyol bukan? entah aku yang bodoh atau mereka yang bodoh. Tidak! akulah yang bodoh mengikuti semua perintah wanita itu, mengikuti perintahnya ini dan itu, mengikuti perintahnya untuk mengikuti kegiatan Taekwondo, Club Bola, dan beberapa kegiatan yang biasa dilakukan namja. Dan dengan bodohnya aku selalu menjadi yang terbaik dalam bidang-bidang tersebut sehingga banyak yeoja yang mengejarku. Setelah itu pula aku menuruti perintahnya mengikuti pelatihan kemiliteran, padahal dengan prestasi menjadi juara umum selama aku menimba ilmu, banyak sekali tawaran beasiswa pendidikan dari berbagai universitas, mulanya aku ingin melanjutkan impianku menjadi seorang pembisnis dengan menerima tawaran beasiswa di Fakultas Bussines International Seoul University, tapi semua itu mimpi.  Yah akulah yang bodoh disini. Entah apa kesalahanku padanya. Yang jelas wanita itu selalu berkata kepadaku jika aku penyebab kematian Appa dan aku harus bertanggungjawab dengan mengabulkan permintaan terakhir Appa, yaitu memiliki putra seorang namja agar dapat menjadi sepertinya, menjadi Ketua Pengawal kepercayaan Presiden, ketua Agen 68. Aku rasa sekarang aku sudah mengabulkannya, aku terpilih menjadi ketua Agen 68. Mekipun dengan mengorbankan seumur hidupku menjadi seorang namja, dan mungkin mengorbankan diriku untuk tidak menikah selamanya. Aku tidak ingin menikahi seorang yeoja.
Memikirkan semua ini membuatku pusing. Akhirnya aku memiliki ide untuk sedikit bersenang-senang. Wanita itu sedang tidak ada dirumah bukan?
“Baik Youngsoo-ah!” oh tidak aku tidak suka nama yang bersifat kelaki-lakian tersebut. Aku selalu menyebut diriku sebagai Sooyoung, ya Sooyoung.
“Baik Sooyoung-ah, mari bersenang senang hari ini! pergi kepasar malam dengan menggunakan dress dan flatshoes serta sedikit bermakeup, menjadi yeoja untuk terakhir kalinya selama beberapa jam kedepan, sebelum rambutmu ini kau potong menjadi sangat pendek untuk bertugas sampai tua nanti menjaga presiden.Hwating!” ucapku menyemangati diriku.
Yah tanpa eomma ketahui aku mempunyai sebuah dress berwarna peach, flatshoes berwarna hitam, serta beberapa peralatan makeup yang selalu kutaruh di bawah kasur. Aku memiliki benda-benda tersebut saat SMA. Mengumpulkan uang jajan dengan pulang sekolah hanya dengan berjalan kaki, agar aku dapat membeli sebuah dress peach, sepasang flatshoes hitam serta alat makeup yang aku lihat di Pasar Malam Tahunan. Para Penjual selalu berkata bahwa aku pria romantis yang memberi kado  untuk yeojacingunya. Hahaha, dan aku hanya menanggapi mereka dengan senyuman. Barang-barang tersebut selalu aku gunakan setiap tahunnya untuk mengikuti kegiatan terbesar desa kami yaitu Pasar Malam Tahunan, itu pun apabila eomma pergi, dan aku pulang dengan memakai pakaian namja kembali. Banyak pria yang menggodaku dan berkata aku sangat cantik. Apakah mereka tidak mengenalku bahwa aku Youngsoo. Hey mereka yang menggodaku itu teman-teman namja SMAku!. Tapi setidaknya kata ‘cantik’ itu sedikit mengobati rasa sedih yang selama ini kualami.
Oke aku sudah siap. Aku melihat pantulan diriku dicermin, satu kata cantik! apakah eomma tidak menyadarinya? sudahlah lupakan. Aku pun bergegas keluar rumah dengan sangat hati-hati agar tak ada tetangga yang melihatku. Taklupa aku pergi dengan membawa perlengkapan namja, agar disaat pulang nanti eomma tidak mencurigaiku karena aku telah tampil layaknya namja. Setelah dipastikan aman aku pun melanjutkan perjalananku dengan berjalan kaki, karena Pasar Malam itu hanya berjarak 1km dari rumahku. Aku berjalan kaki dengan santai, menikmati hidupku sebagai seorang yeoja untuk terakhir kalinya. Tak lama setelah itu aku sampai, aku pun menikmati setiap acara serta stan yang ada di Pasar malam tersebut. Oh dan jangan lupa selain untuk menikmati acara yang disediakan, aku pun selalu senang membantu stan penjual yang terlihat sepi.

Kyuhyun POV
“Kyu-ah aku ingin kepasar malam itu terlebih dahulu, yah ingin membeli beberapa baju serta perlengkapan lainnya, kau tau kan disini tidak ada mall dan sebagainya , jadi tepikan mobilnya di depan pasar malam itu.” ucap Eunhyuk.
“Yah kau memerintahku? Sudah menyetir tidak mau, Lihatlah Henry dan aku bergantian menyetir. Kami lelah pabbo!” ucapku sambil memukul pelan kepalanya karena ia duduk disebelahku.
“Ya sudah, aku juga perlu beberapa pakaian. Aku malah senang bisa berbelanja di tempat seperti ini. Rasanya seperti manusia yang hidup sederhana, menyenangkan. Kita juga akan sedikit bersenang-senang. Bangunkan Henry” lanjutku.
Setelah itu aku pun menepikan mobil. Oh, tidak punggungku rasanya remuk setelah menyetir selama 3 jam menggantikan Henry, sementara si monyet itu malah diam. Kami pun keluar dari mobil dan melangkah menuju Pasar Malam Tahunan, acara tahunan yang kata Eunhyuk paling meriah di Busan ini. Aku melihat betapa ramainya suasana pasar malam ini. Ini akan menyenangkan.
Saat kami memasuki gerbang utama pasar malam ini, aku sedikit terpesona karena melihat siluet seorang wanita cantik yang tersirat kelembutan hati diwajahnya, wanita itu aku perkirakan seumuran denganku. Kulitnya tidak terlalu putih justru itu yang menjadi daya tariknya. Wajahnya amatlah cantik dengan makeup natural, tak lupa mata bulat dan kening indahnya menyempurnakan wajahnya. Aku perkirakan tinggi badanya sekitar 173, sangat tinggi bukan untuk seorang wanita. Ia mengenakan dress berwarna peach serta sepatu flatshoes hitam yang sangat cocok dengannya, sayangnya gaun itu sedikit kusam. Tapi tetap saja kecantikannya terpanca jelas. Kulihat sekitar, banyak namja yang tertegun pula melihat dirinya, mereka sama sepertiku, terpesona. Sebuah tepukan di pundakku menyadarkanku.
“Ya Kyuhyun-ah kau terpesona ya? ayo mengakulah, dia memang manis, aku juga sedikit tertarik. Sayangnya aku suka yang seksi-seksi. Hehehe” tanya Eunhyuk diringi kerlingan matanya guna menggodaku yang justru berdampak mual pada perutku.
“Ti-Tidak…” ucapku gugup.
“Sudahlah Kyu terlihat jelas kau sangat menyukainya, wajahmu memerah.hahahahaha…Hey berarti dia Cinta Pertama Kyu Eunhyuk-ah” ucap Henry dilanjutkan dengan gerai tawa dari keduaya.
Aku hanya diam,pasrah. Toh mereka pasti dapat membacanya karena aku tak bisa mengendalikan diriku. Yah ini pertama kalinya aku jatuh cinta, benar apa yang diucapkan Henry.
“Ayo kita hampiri bidadarimu itu Kyu” ucap Henry sambil menyeret tanganku untuk menghampiri gadis itu.
“Yah lepaskan bodoh! kalian hanya akan membuatku malu” pekikku.
Tapi mereka tetap saja menyeretku. Entah apa yang membuat mereka berhenti menyeretku seketika. Akhirnya aku tau mengapa mereka bereaksi seperti itu. Yah, aku melihat gadis itu mengunjungi stan kaos seorang ahjuma yang sepi. Samar-samar ku dengar ia berkata kepada ahjuma tersebut menegenai taktik penjualan agar stan tersebut tidak sepi. Setelah ia menjelaskan itu, ia pun mempraktekannya dengan berkata sesuatu guna memancing pelanggan. Dan benar saja dalam waktu yang relatif singkat stan tersebut sangat dipenuhi oleh berbagai kalangan, baik remaja, anak-anak, ahjusi, ahjuma maupun halmoni dan haraboji. Yang jelas aku cukup kagum dengan bagaimana ia dapat membuat serangkai rencana yang merubah keadaan stan yang tadinya sepi tersebut menjadi ramai, apakah ia kuliah di jurusan bisnis sepertiku? aku saja belum memperaktekan ilmu kuliahku secara langsung.
“Dia keren…. Aku tidak yakin bisa seperti itu, apakah ia sama seperti kita?” ucap Enhyuk yang ternyata sepemikiran denganku.
“Kau sepemikiran denganku Hyuk-ah. Ya taktik penjualannya sangat keren, lihatlah stan tersebut sangat penuh!” timpal Henry. Akupun hanya mengangguk mengiyakan.
Kami terdiam menikmati aktivitasnya. Beberapa saat kemudian aku melihat pelanggan di stan tersebut berkurang satu persatu,  mereka pulang dengan membawa beberapa kantung yang berisi kaos yang dijual di stan tersebut. Aku pun melihat 70% barang dari stan tersebut sudah nyaris habis. Taktik penjualanya benar-benar luar biasa.
Aku memperhatikannya kembali setelah stannya lenggang ,ia berkata pada ahjuma tersebut, dan ahjuma tersebut menganguk serta tersenyum kepada wanita tersebut. Tak lupa ahjuma itu mengucapkan terimakasih banyak kepadanya. Mungkin merasa diperhatikan oleh kami bertiga, ia pun menengok ke arah kami, tak lupa senyum manis terpampang diwajahnya. Ia pun melambaikan tangannya kepada kami, menyuruh kami untuk mendekat. Yah tak ada pilihan lain selain kami mendekat, lagipula kami juga membutuhkan beberapa kaos untuk pakaian ganti kami.
“Selamat datang, Selamat malam pula.. Kalian sepertinya memerhatikan kami sejak tadi, apakah kalian membutuhkan sebuah kaos?” ucapnya, entah mengapa suaranya terdengar merdu ditelingaku, membuat wajahku rasanya panas.
“Malam… Nona cantik” ucak Eunhyuk dan Henry disertai godaan, ia hanya tersenyum mendengar itu.
“yah Kyu kenapa kau tidak membalas sapaanya, bukankah kau menyukainya. Hai Nona dengarkan baik-baik dia menyukaimu! Kau cinta pertamanya. Ka-“ ucap Eunhyuk tapi segera aku bekap mulutnya agar ia tidak berkata yang tidak-tidak, ku lihat yeoja itu melihatku, tetapi dengan segera ia mengalihkan pandanganya ketika aku membalas tatapannya, ia menunduk dan kulihat pula semburat merah dipipi chubbynya, kyeopta.
“Nona, temanku ini hanya bercanda, jangan terlalu didengarkan, hahaha” ucapku penuh kecanggungan, yang jelas wajahku panas sekarang.
“Bohong Nona, Eunhyuk benar, Kyu terpesona padamu, hahahaha…..lihat wajahnya merah” timpal Henry. Aku pun melirik kearah Henry ,tak lupa dengan bola mata yang aku bulatkan secara penuh mengartikan ‘tutup mulutmu !’.
“Lihat kan Nona dia bereaksi seperti itu pertanda bahwa ucapanku memang benar, hahaha…” ucap Henry malah menjadi-jadi.
Aku pun melepaskan bekapan tanganku dari mulut Eunhyuk . Lalu mengerakan tanganku kekiri dan kekanan bermaksud menyela.
“Nona…” ucapku bingung karena tak mengetahui namanya. “Sooyoung!Cho Sooyoung” timpalnya, nama yang cantik.
“Yeah, Sooyoungssi mmmm…aku harus mengatakan apa ya, jujur aku tak pandai berbohong, yah ada benarnya perkataan mereka. Aku cukup menyukaimu.Hahaha” ucapku penuh kecanggungan disetai gerakan tangganku mengusap tengkukku.
“Mwooo…” ucapnya sembil membulatkan matanya. Dia semakin cantik saja.
“oh…oh tidak bukan artinya mencintaimu tapi mengagumimu, mengangumi cara kau memasarkan produk kaos ini. Kau  sepertinya kau seumuran denganku. Melihat kau pandai membuat taktik penjualan, apakah kau sama seperti kami kuliah dijurusan bisnis?” tanyaku diiringi smirk andalanku karena aku telah mengembalikan suasana. Dia termenung sejenak. Rupanya kau terperangkap pesonaku. Hahaha Kyuhyun-ah pesonamu memang keren.
“o-oh tidak! hahaha. Aku hanya sedikit mempelajarinya dari buku diperpustakaan saat SMA dulu” ucapnya gugup.
“Wah Jinja? tapi kau keren tadi.. Lalu kau sekarang kuliah di jurusan apa? kenapa tidak ambil bisnis saja?” tanya Eunhyuk beruntut.
“Aku tidak kuliah, —oh tidak maaf aku harus cepat pulang, maaf ibuku pasti mencariku, Annyeong! Annyeong ahjuma!” ucapnya sambil membungkuk berkali-kali, lalu segera berlari dengan tergesa gesa.
“Ne annyeong Sooyoung-ssi berhatihatilah.” teriak ahjuma tersebut.
“Yah Kyu padahal kau belum menanyakan alamat dan nomor ponselnya. Tenanglah Kyu jodoh tak akan kemana” ucap Henry.
Yah aku merasa menyesal tak sempat menanyakannya, ayolah dia cinta pertamaku, cinta pandangan pertamaku.
“Dia memang gadis cantik berhati malaikat” ucap ahjuma yang memiliki stan kaos ini secara tiba-tiba membuat kami menatapnya. Aku beranikan diriku untuk bertanya padanya,
“Apa ahjuma tau tentangnya lebih dalam?” tanyaku.
“Tidak, tidak ada yang mengetahuinya. Dia selalu datang hanya setahun 3 kali disaat Pasar Malam Tahunan ini berlangsung. Dia selalu memakai pakaian itu, dress peach dilengkapi flatshoes, meskipun baju itu cukup kumal, tapi pesona kecantikannya tetap terpancar. Kami hanya melihatnya saat itu saja. Dia selalu membantu stan yang terlihat sepi. Disaat kami ingin menyakan identitasnya lebih lanjut. Dia akan segera pergi dengan alasan ibunya akan mencarinya. Entahlah… Hey anak muda kau terlihat sangat menyukainya. Kau harus bersaing banyak juga pemuda yang tertarik padanya Hahaha… Tapi sayangnya mereka patah semangat karena tak melihatnya kembali setelah acara ini selesai” ucapnya.
Aku hanya tersenyum kecil. Kesempatanku hilang untuk mengenalnya. Setelah mendapatkan penjelasan ahjuma tersebut, akhirnya kami membeli beberapa kaos distannya. Berpamitan dengan ahjuma itu. Lalu berkeliling kembali mencari beberapa peralatan yang kami butuhkan.
Sooyoung Pov
Sungguh melihat namja tadi membuat hatiku berdebar. Namanya? entahlah..sekilas aku mendengar temannya memanggil ia ‘Kyu’, mungkin namanya Kyuhwa? Yeongkyu? Kyuhyun?SungKyu? ah molla. Lagipula kalaupun aku mengenalnya lebih dalam , aku tetap tak bisa bersamanya. Itulah alasanku menjauh darinya tadi.
Aku pun berkeliling di Pasar Malam ini, ya.. mencari letak wc umum guna mengubah penampilanku menjadi namja. Karena saat pulang nanti pasti eomma sudah ada dirumah. Yah Gotcha! aku menemukannya. Akupun memasuki wc umum tersebut lalu mengganti pakaiannya menjadi memakai kaos, jeans, lalu kemeja dengan kancing dibuka serta memakai topi, tak lupa aku hapus riasanku. Setelah itu aku masukan semua perlengkapanku kedalam ransel kulitku.
Aku sedikit menghela nafas karena  mengingat suatu hal, yah ini waktunya. Waktu untuk  memotong rambutku menjadi pendek, guna mematuhi peraturan menjadi Agen 68  Kenapa peraturannya tidak sama seperti di Pelatihan saja yang membebaskan potongan rambut? molla…aku malas memikirkannya. Aku pun bergegas keluar dari wc ini, sepertinya tak ada yang mencurigaiku. Kemudian aku berkeliling mencari stan pangkas rambut di Pasar Malam ini. Hey jangan kira di Pasar Malam ini tak ada yang semacam itu, disini semuanya komplit.
Aku pun menemukan pangkas rambut tersebut dan berjalan memasukinya, lalu meminta kepada seorang ahjusi untuk memangkasnya sesuai aturan penataan rambut yang ditetapkan. Sepanjang kegiatan ahjusi memangkas rambutku aku hanya bisa menahan nafas. Dan akhirnya, selesailah! Aku melihat cermin, terlihat pantulan manusia menyerupai namja disana, yah itu aku. Sungguh menyesakkan. Aku tersenyum miris. Mulai hari ini aku benar-benar akan menjadi laki-laki. Setelah membayar aku pun keluar, tak lupa mengenakan topi. Lalu akupun berjalan pulang melawati jalan yang tadi aku lewati saat menuju kemari.
Ini sudah pukul 11 malam, jalan cukup sepi. Aku tidak takut sama sekali, toh meskipun banyak perampok yang menyerang aku dapat mengatasinya dengan baik. Sekitar setengah jalan sudah aku lewati, ada yang menarik perhatianku . Yah sekitar 30 meter didepanku, aku melihat sebuah mobil BMW hitam berhenti mendadak, karena ada seorang pria 35 tahun yang tiba-tiba menyebrang lalu terjatuh. Ciiih… taktik perampok murahan. Aku sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Gotcha! Pemikiranku benar. Seseorang yang mengemudikan mobil tersebut keluar untuk memastikan keadaan ahjusi tersebut. Hey itu si pria bernama ‘Kyu’ yang ada dipasar malam tadi. Kulihat sekitar 9 orang berpakaian hitam kemudian bermunculan dari belakang mobilnya. Dia dalam bahaya. Aku segera berlari menghampirinya guna menyelamatkannya. Kulihat seseorang pria membawa kayu mendekatinya, dia akan memukul punggungnya dan 8 orang lainnya mengepung mobil hitam BMW yang kuayakini ada 2 temannya yang tadi kutemui di Pasar Malam  berada didalamya. Aku telat! Kulihat pria itu mengayunkan kayunya, aku menahan nafas. Tapi ternyata, pria benama ‘Kyu’ itu tiba-tiba berbalik, dan menahan kayunya. Lalu menendang perut pria tersebut.  Perkiraan yang sangat tepat! Kurasa dia pernah belajar bela diri sebelumya. Kulihat pintu mobil hitam itu terbuka menampakan kedua temannya. Terjadi perkelahian, tapi kedua teman pria bernama ‘Kyu’ itu kalah telak. Yah tinggal ‘Kyu’ yang menyerangnya. Dia kewalahan, karena dia harus melawan 8 orang perampok yang masih mencoba menyerangnya. Aku pun menghampirinya, lalu membantunya. Kulihat ia sedikit terkejut. Tapi ia tetap melancarkan aksinya. Dengan segala kemampuan kami yang tidak membawa senjata apapun, selain bermodalkan tangan, kaki, serta otak yang cerdas. Kami tidak banyak melakukan gerakan Makki (tangkisan), tetapi kami banyak melakukan Kongkyok Kisul (teknik serangan). Aku lebih mengutamakan Momtong Jireugi (pukulan lurus ke depan, sasaran tengah / ulu hati) dan Ap Chagi (tendangan depan). Sedangkan Kyu lebih fokus untuk menyerang menggunakan gerakan yang sekilas terlihat seperti gerakan Dwi Chagi (tendangan belakang) dan Kawi Makki (tangkisan menggunting), dia cukup pintar mengkolaborasikannya. Akhirnya dengan sedikit kemampuan yang kukeluarkan serta kemampuan Kyu yang meski memukau tetapi terlihat belum ahli melakukannya , kami dengan telak memenangkan perkelahian ini. Aku menumbangkan 4 namja dan dia 4 pula sama sepertiku. Untuk ukuran mahasiswa yang belajar Bisnis ia cukup pandai berkelahi menggunanakan teknik Taekwondo. Yah seperti yang aku simpulkan tadi, dia sepertinya pernah belajar bela diri.
“Melihatmu tadi, Kau sepertinya pernah belajar Taekwondo. Kau tak apa-apa?” ucapku dengan nada bass yang biasa aku keluarkan disaat aku menjadi namja. Di menatapku sejenak, membuat jantungku berdebar kembali. Tak lupa jari jempolnya ia usapkan ke ujung bibirnya untuk menyeka darah.
“Ne, hanya sebentar. Aku baik-baik saja. Terimakasih.” ucapnya, entah kenapa ia menatapku dalam, lalu tiba tiba ia menghampiriku dan memegang topiku , ia hendak  membukanya. Tapi aku dengan sigap menahannya. Satu kata  keluar dari mulutnya  membuat dirikuku tersentak,
“Sooyoung-ssi?”
TBC

Maaf ya ceritanya jelek,udah gitu typo dimana-mana, ini pertama kali aku bikin ff lho, aku minta respon kalian mengenai ffku baik kekurangan atau yang lainnya……. Aku ga berharap komen banyak dulu yang penting ada yang baca dan menghargai…babayyy
 


Leave a comment

Change of Fate (Part 1)

Tittle                     : Change of Fate (Part 1)

Main cast            : Kyuhyun, Sooyoung

Support cast       : Choi’s family, Cho’s family, Choi Siwon, Lee Donghae, Jessica jung, Kris wu, dsb.

Genre                                   : Action, Romance

Length                  : Sequel

Rating                   : PG-15

Disclaimer          : This is mine. Plagiator go to HELL . If you find similarities please contact me.

Summary             :“Tuhan yang menentukan lahir, jodoh, dan kematian. Sedangkan jalannyakehidupan ditentukan oleh tangan manusia”, semua orang berkata seperti itu.

 “Aku adalah dia, dan dia adalah aku, kami sama…..” Lalu,apakah ungkapan itu adalah sebuah kenyataan yang diatur oleh Tuhan ataukah oleh manusia? entahlah, akan tetapi harapanku hanya satu. Yaitu bersatu denganya.’ – kyuhyun-

 

 -Seoul, 20:44 KST.1990.Kediaman Choi’s Family-

“Kyaaaaaaaaaaaa………….” sebuah teriakan seorang wanita terdengar menggema  membuat tersentak seorang pria berumur 32 tahun dari tidur lelahnya. Teriakan tak terduga itu berasal dari  sebuah kamar mandi dengan dekorasi elegan yang melengkapi kenyamanan kamar utama yang berada di sebuah rumah yang luas, oh oh tidak bukan sebuah rumah yang luas akan tetapi lebih tepatnya sebuah istana, yah rumah bak istana mewah dikawasan orang-orang berpengaruh tinggi di korea selatan, kawasan elite gangnam. Apakah kalian tahu siapa pria yang terusik dari tidur nyamannya tadi? Dia adalah Choi Jungnam, Choi Jungnam. Seorang pria yang memiliki tubuh tegap, paras tampan, dan pola pemikiran bijaksana yang membuat dia terlihat bak dewa berwibawa. Ditambah pula dengan berbagai kesempurnaan itu ia pun diberi sentuhan kecil oleh Tuhan berupa otak  cerdas yang dikenal oleh para pembisnis dunia, otak yang mampu membuat korea selatan menjadi lebih bangkit dari perekonomian dikarenakan gagasan cerdasnya dalam membangun pasar elektronika yang menghasilkan berbagai gadget pintar. Gadget pintar yang membuat berbagai belahan manusia tergiur untuk merasakan produk perusahaannya, CJN corp. Sangat banyak wanita yang terpikat ingin menjadi pendampingnya. Akan tetapi mereka harus menutup mata serta hatinya disebabkan ia telah memilik seorang istri yang sesempurna pula dengan dirinya, Park Hana yang notabennya selain berstatus sebagai istrinya, wanita berumur 29 tahin itu pula merupakan seorang  pemegang Yayasan Panti Asuhan Gangnam. Tak hanya istri, ia juga telah memiliki seorang putri cantik berumur 5 tahun yang memiliki nama lengkap Choi Soojin.

 

Teringat akan teriakan tadi, meskipun Jungnam memiliki ketenangan dan kewibawaan yang sangat tinggi, ia tetap akan menjadi seseorang yang sangat panik mengingat ia tau betul bahwa teriakan khas tadi adalah teriakan yang akan dikeluarkan oleh istrinya apabila terjadi sesuatu yang sangat parah, karena ia tau istrinya adalah sosok wanita yang lembut dan tenang. Ia pun berlari dengan cepatnya dalam debaran jantung yang sangat keras menuju kamar mandi yang berada didalam kamar tidur milik ia dan istrinya. Dengan langkah terburu-buru nan  tegas disertai segala pengharapan, ia pun membuka pintu kamar mandi tersebut, terlihat sang istri yang sedang berbiri menghadap cermin disertai air mata yang mengalir di pipinya. Melihat itu sesegera mungkin ia ucapkan pertanyaan dengan nada yang sangat tersirat kekhawatiran dan kerisauan. ” Yeobo-ah, yeobo-ah, apa yang terjadi padamu?” , yang ia dapatkan justru bukanlah jawaban, melainkan hamburan pelukan erat serta isakan tangis dari istri tercintanya, melihat respon istrinya tersebut justru membuat debaran jatungnya semakin keras tak terkendali. “Yeobo-ah yeobo-ah katakanlah jangan membuatku semakin khawatir, katakan dengan pelan pelan…” ucap jungnam disertai usapan lembutnya di punggung istrinya. 1…2….3….4….5….6….. hening…. tak ada jawaban, akhirnya ia memutuskan untuk bertanya. “kau terluka?hmm…?” istrinya pun memberikan jawaban dengan sebuah gelengan kepala, jawaban itu membuat napasnya sedikit teratur. “kau sakit?”, lagi.. sebuah gelengan kepala pertanda jawaban. “Kau melihat hantu?” ketiga kalinya istrinya melakukan hal yang sama. Ia pun melontarkan berbagai pertanyaan lainnya dengan kemudian dijawab istrinya dengan berupa gelengan kepala kembali, hal itu  membuat hatinya semakin resah. Akhirnya rengekan manja dari seorang Choi Jungnam keluar dengan tiba-tiba, karena jawaban yang tak kunjung ia  dapatkan. “Yeobo-ah jangan buat aku semakin frustasi, ada apa? katakan dengan jelas kau membuat hatiku tak tenang begitu pula kepalaku rasanaya ingin pec-” , tak sempat ia ucapkan rengekan kerisauannya, tangan mungil istrinya membungkam tepat pada mulutnya, ia pun semakin heran dengan senyuman yang tiba-tiba terlukis dibibir manis istrinya, ia bingung dengan perubahan cepat ekspresi istri tercintanya itu. Dan tiba-tiba sesuatu yang dilakukan dan dikatakan istrinya membuat ia harus membulatkan matanya dengan sangat lebarnya. “Kejutaaaaaaannnnn… aku hamiiiiiill yeobo-ah, aku hamil! kyaaaa…..” pekik istrinya disertai dengan aksi menggoyang-goyang kan sebuah tespeck bergaris merah sebanyak 2 di depan wajahnya. Entah bagaimana perasaan Jungnam saat itu, yang jelas perasaan bahagia mendominasi hatinya, ini yang memang ia harapkan dari sebulan yang lalu, mengharapkan hadirnya kehidupan baru ditengah keluarga kecilnya. Dengan kebahagiaan yang membuncah itu ia pun mengangkat istrinya ala bridal style lalu memutar tubuh istrinya tersebut, tak lama ia melakukan hal tersebut mengingat istrinya sedang hamil muda. Ia pun dengan segera membawa istrinya menuju kamar tidur mereka, lalu mendudukan istrinya disofa, tak lupa setelah itu ia bersimpuh di depan istrinya lalu mengusap pelan perut  istrinya yang telah berisi setitik kehidupan. “Annyeong chagiya…ini appa, kau tau dengan hadirnya kau saat ini membuat apa semakin mencintai eommamu yang cantik ini, appa berharap kau nantinya adalah seorang namja yang pintar dan tangguh… benarkan yeobo-ah?” tanyanya pada hana istrinya. Hana pun mengangguk pean disertai senyuman tipis yang indah. Jungnam pun melanjutkan perkataanya dan tak lupa memanjatkan harapan terbesarnya, “….dengan begitu keluarga ini memiliki namja tampan dan pintar yang dapat meneruskan perusahaan berjaya kita. Tuhan…aku mohon agar dia terlahir sebagai seorang namja dengan ketampanan dan kepintaran yang luar biasa..”, Hana hanya menutup mata dan mengepalkan tangannya mengamini do’a suami tercintanya, tak tahu bahwa Tuhan telah berkehendak lain atas kelahiran buah hatinya nanti. Kehendak yang merubah segalanya.

Dilain tempat….

– Busan, 21:44 KST.1990. Kediaman Cho’s Family-

Dua orang insan telah berpelukan dengan mesranya diatas sebuah kasur besar sederhana ditengah suasana sunyi sebuah rumah sederhana yang terletak di sebuah  desa pesisir Busan. Meraka adalah pasangan muda yang baru menikah 3 bulan yang lalu. Pasangan bahagia, Cho Jihyuk dan Lee Yoora, diatas kasur sederhana yang nyaman tersebut mereka sedang berbagi cerita. Cerita harapan yang sangat mengagumkan. Cerita mengenai harapan memiliki seorang buah hati untuk melengkapi kehidupan pernikahan indah milik mereka.

“Yoora-ya, entah mengapa hatiku merasakan bahwa sebentar lagi harapan indah kita akan buah hati yang kita nantikan akan segera terkabul…rasanya…….. yah seperti itu”, ucapan pria tampan berumur 27 tahun diiringi gerakan lembut memperkuat pelukannya terhadap istri tercintanya. “Oppa,rasanya harapanmu itu mungkin terkabul. Kau tau…. harusnya 2 minggu yang lalu aku datang bulan..tapi-” belum sempat wanita manis berumur 25 tahun tersebut menyelesaikan perkataannya, tiba tiba ia merasa perutnya sangat mual dan ingin mengeluarkan sesuatu, Yoora pun melepaskan tangan suaminya dengan cepat dan berlari menuju kamar mandi yang berada diujung belakang tengah rumah miliknya, tak lupa setelah ia sampai, ia pun memuntahkan cairan bening yang menggoyakan isi perutnya. Melihat itu pun lelaki yang bernama Cho Jihyuk itu pun menghampiri istrinya yang terlihat masih ingin mengeluarkan cairan bening tersebut. Tak lupa ia mengusap pelan punggung istrinya dengan penuh cinta disertai tak lepas pula tatapan kekhawatiran yang ia berikan penuh kepada istrinya. Terdengar pula sayup sayup kicauan burung diatas atap rumah sederhananya mengiringi tindakan lanjut istrinya yang sedang memuntah cairan yang tidak tahu kapan berhentinya. Akhirnya tak lama kemudian aktivitas istrinya tersebut berhenti. Tak lupa ia pun membawa istrinya duduk di kursi tamu di tengah rumahnya, ia pun kembali ke dapur untuk membuat secangkir teh manis guna menyegarkan kembali perut istrinya. Suara kicauan burung sejak tadi terdengar oleh indra pendengarannya mengiri kegiatannya. Yang jelas ia cukup aneh, kenapa ada suara burung di malam hari, dan ia sangat tahu bahwa suara burung tersebut bukanlah suara yang biasa dimiliki burung hantu. Setelah selesai membuat teh manis untuk istrinya, iapun bergegas kebai menghampiri istrinya dan memberikan teh tersebut kepada istrinya, tak lupa tangannya ia tak biarkan lalai mengelus lembut punggung istrinya disertai tatapan sendu melihat istrinya yang sedang menikmati teh buatanya. Sejenak ia berfikir atas kejadian yang baru saja terlewati oleh ia dan istrinya. Kicauan burung aneh…. Istrinya yang mual secara tiba tiba….. keterlambatan datang bulan istrinya… jangan -jangan……..?. “kyaaaaaaaaaaaa” pekik Jihyuk sambil memeluk istrinya, Yoora tersedak atas prilaku tiba tiba suaminya. “oppa! kau membuatku kaget. Kau tau aku hampir saja kehilangan nyawa karena tersedak atas tindakan mu tadi!” pekik Yoora disertai pukulan ringan di pundak suaminya. “chagiya….kau tau aku senang sekali…kau hamil chagiya…kau hamill..” ucapnya sambil mengecup bibir istrinya berkali-kali. Mendengar ucapan suaminya Yoora membulatkan mata seketika. ” kau tau mual, dan telatnya datang bulanmu itu pertanda, selain itu juga kicauan burung tadi menurut war-” perkataan Jihyuk terpotong oleh ciuman lembut Yoora dibibirnya, setelah beberapa detik mereka berciuman, mereka pun melepaskannya dan saling bertatapan, lalu…. “kyaaaaaaaaaa…..” teriak mereka berdua .Ji hyuk pun menunduk dan mengecup pelan perut Yoora, san setelah itu ia menatap yoora dalam, “gomawo chagiya, nan jeingmal saranghaeyo… kuharap anak kita seorang yeoja yang cantik”. Yoora menautkan alisnya bingung mendengar ucapan suaminya. “wae oppa? kupikir kau ingin namja. Kau selalu bercerita bahwa kau menginginkan anak namja agar bisa kau latih belajar menembak dengan pistol, bela diri, bermain pedang agar ia bisa menjadi sepertimu, seorang pembela, seorang yang tangguh. Kenapa yeoja?” tanya yoora. Ji hyuk pun tersenyum tipis, ” aku fikir kau butuh teman dirumah, aku tak tega meninggalkanku sendiri saat sedang bertugas chagiya!” goda jihyuk dusertai cubitan kecil tangsnnya dihidung istrinya. “opppppaaaa~~~”, rengek Yoora manja. “Ayo kita berdo’a, agar anak kita yang pertama seorang yeoja” ajak jihyuk diserrau anggukan manis dari yoora. Dan malam itu mereka mengepalkan tangan serta mengucapkan harapan besar mereka akan keinginan memiliki anak pertama seorang putri yang kelak tumbuh menjadi wanita nan cantik nan anggun, tanpa mereka ketahu apa yang di rencanakan pula oleh Tuhan malam itu juga.

-Dua harapan berbeda dari keluarga yang berbeda, malam itu memang ada bintang jatuh, tapi entah apa kehendak Tuhan. Tuhan hanya memastikan lahir, jodoh dan kematian mahluknya, dan manusia yang menjalankan takdir mereka.

 

8 bulan kemudian…

 -Seoul, 15.22 KST.1991. Kediaman Choi’s family-

“pelan pelan yeobo-ah…. ayo aku tuntun latihan berjalanya, 1….2….3…. em-” ucap jungnam. “Ya~~yeobo-ah kau kira aku anak kecil kenapa perlu memakai hitungan segala.Lagi pula kenapa kau harus cuti dari kantor seminggu ini,sungguh aku baik baik saja. Lagipula ada  kan ada kang ahjuma. Kau ini presdir yeobo~~~”ucap hana terlihat kesal. “sttttt.aku menghawatirkanmu… yang jelas perasaanku hari ini namja kecil kita akan lahir, jadi jangan membantah” ucap jungnam halus. “Tapi kim uisa bilang anak kita akan lahir satu ming– akhhhhhhh yeobo saaakiiiiiit…..sakkkkkiitttt aku tak kuat….”pekik hana frustasi. ” yah yeobo sudah kubilang kan kau ak-“, “cepat sakiit bawa aku kerumah sakit….” ucap hana sambil mencengkram erat pundak suaminya. Jungnam pun dengan cepat menggendong hana ala bridal style, ia pula menahan rasa sakitnya  karena jambakan hana dirambutnya. Yah dia hanya bisa pasrah mengingat ini ke dua kalinya istrinya seperti ini, mengingat dulunya kejadian serupa dialaminya saat istrinya akan melahirkan si kecil soojin. Dengan segala kepanikan ia memerintahkan supir Lee untuk mengantarnya kerumah sakit mewah dengan segala fasilitas terbaik, Gangnam hospital.

-Seoul, 15.32 KST.1991.Gangnam hospital-

Tidak untuk menceritakan keadaan  Jungnam dan Hana yang memiliki tujuan menuju Gangnam Hospital. Disini bahkan belum terlihat batang hidung mereka sama sekali. Yang terlihat di salah satu kamar rumah sakit mewah ini adalah sepasang manusia yang memiliki rasa sedih sekaligus bahagia. Mengapa?  Ya mereka sedih karena salah seorang diantara mereka yaitu wanita yang telah mengandung hampir sembilan bulan tersebut, 2 hari yang lalu telah mengalami kecelekaan kecil yang mungkin saja dapat menggugurkan kandungannya, tetapi mereka bahagia pula karena peristiwa tersebut tidak menyebabkan dampak yang sangat mereka takuti, yaitu keguguran. Yah hal itupun tidak terjadi bukan karena usaha mereka sendiri, tetapi bantuan medis Gangnam Hospital lah yang memiliki andil yang cukup besar dalam hal ini. Mereka, mereka yang baru mengalami musibah kecil itu adlah Cho Jihyuk dan Park Yoora.

“Chagiya kita harus bersyukur…ya bersyukur karena kita tidak kehilangan anak yang sedang dikandungmu, seharusnya kemarin saat di kamar mandi kau lebih berhati-hati chagiya.” ucap Jino dengan  penuh kelembutan. diiringi dengan usapan lembut jemarinya ke puncak di kepala Yoora. “Oppa aku juga tidak tahu itu akan terjadi padaku, kalau saja oppa ada dirumah. Semenjak kita pindah ke Seoul dan oppa ditugaskan menjadi pengawal pribadi presiden, oppa tidakpunya waktu untukku. Seharusnya oppalah yang merasa bersalah.”, rengek Yoora kesal. “ Chagiya… kau tahu itu tugas Negara, dan aku wajib melaksanakannya. Kau pun tahu ini cita-citaku semenjak dulu menjadi pengawal presiden. Lagipula di Seoul kita mendapatkan fasilitas yang cukup mewah. Coba apibila kecelakaan ini terjadi di Busan, kau mungkin keguguran. Sedangkan hal ini dapat diatasi Gangnam Hospital dengan baik.”, ucap Jihyuk member pengertian terhadap Yoora. Yoora pun mendapatkan ceramah suaminya pun menghelas napas pelan, pasrah. Mereka pun terdiam. “aaaaaah….Chagiya setelah anak perempuan kita lahir, 3 tahun kemudian aku menginginkan anak laki-laki, kau tau aku sangat ingin mendidiknya menjadi seperti diriku.” Ucap Jihyuk memecah keheningan. “ Lalu kenapa tidak sekarang saja kau mengharapkan anak laki-laki tersebut?” Tanya Yoora. “Tidak chagiya untuk kali ini aku menginginkan yeoja terlebih dahulu untuk menemanimu dan membantumu kelak.” Ucap Ji hyuk. Yoora pun tersenyum mendapat perhatian lebih dari suaminya itu.”. Mereka terdiam kembali, selang beberapa menit kemudian terdengar suara ponsel milik Jihyuk, Ji hyuk pun mengangkatnya. Dan berjalan pelan keluar kamar inap khusus ibu-ibu yang akan melahirkan setelah mendapat ijin dari Yoora, karena ia wajib mengangkap panggilan dari Departemen Pertahanan. Tak lama kemudian Ji hyuk kembali keruangan tersebut dengan wajah resah. “Oppa ada apa?”Tanya Yoora karena melihat gurat wajah keresahan Jihyuk, ia tahu pasti ada yang tidak beres. “Chagiya, bolehkah aku pergi? Istana kepresidenan sedang dalam masalah, telah terjadi serangan mendadak entah dari mana, kau tahukan aku adalah kepala pengawal presiden, tak apa-apakah aku pergi?” ucap Ji hyuk resah. Yoora mengerti dan mengijinkan meskipun hatinya sangat resah    tidak seperti biasanya, “pergilah oppa aku taka spa-apa, presiden lebih membutuhkanmu, berhati hatilah”. “Terimakasih chagiya” ucap Jihyuk. Sebelum ia pergi ia pun mencium Yoora sangat dalam, tidak seperti bisanya, hal tersebut membuat Yoora semakin resah.

Tak lama Jihyuk pergi terdengar suara ribut dari ruangan inap sebelah Yoora. Ternyata ada pasien baru yang akan segera melahirkan, mendengar suara teriakan orang yang akan melahirkan tersebut membuat kandungan Yoora terpancing pula untuk melahirkan, ia pun berteriak, dan menekan tombol darurat diranjangnya. Beberapa perawat yang tadinya ada diruangan sebelah pun mendatangi kamar Yoora, mereka panic melihat Yoora akan melahirkan. Dikarenakan pengiriman beberapa pihak medis kekediaman Presiden selaku Kepala Negara karena sesuatu hal buruk baru saja terjadi  dan menyebabkan rumah sakit kekurangan pihak medis. Akhirnya mereka membagi rata 2 pihak medis yang ada yaitu di ruangan Yoora dan diruangan sebelahnya yang ternyata adalah ruangan Park Hana istri Choi jungnam. Dengan segala keresahan dan kepanikan akhiranya proses persalinan dilakukan secara bersamaan. Dan tepat beberapa menit kemudian terdengar suara bayi dari 2 tempat, ternyata Yoora dan Hana melahirkan di waktu yang bersamaan. Kepanikan makin menjadi dikala Yoora dan Hana mengalami pendarahan besar secara bersama-sama pula, entah kenapa ini kebetulan atau bagaimana, Jungnam pun diharuskan keluar dari ruangan bahkan dalam keadaan resah karena istrinya    mengalami pendarahan tersebut. Ia lupa tak menanyakan mengenai gender bayinya, yang jelas yang perlu dikhawatirkan saat ini bukan bayinya, tapi istrinya. Kepanikan tim medis karena pendarahan tersebut membuat mereka membagi tugas dengan tergesa gesa. Mengenai siapa yang akan melaksanakan operasi, dan siapa yang akan menangani kedua bayi tersebut, akhirnya keputusan pun dilakukan, bahwa dua perawatlah yang akan mengurus bayi tersebut. Awalnya semua berjalan lancer. Tetapi kepanikan berlangsung kembali, Hana mengalami Pendarahan yang tak dapat dihentikan, mereka pun membutuhkan bantuan kembali. Akhirnya kedua perawat yang telah selesai mengurusi bayi tersebut dipanggil untuk membantu, tanpa mereka ketahui kepanikan mereka membuat pereawat tadi ikut panic dan menyebabkan masalah besar terjadi, yaitu bayi laki-laki Yoora diletakan di box bayi bercatatan Ny.Choi Hana dan bayi perempuan milik Hana diletakan di box bayi bercatatan Ny.Choi.

Harapan mereka terkabul, meskipun seperti itulah yang terjadi. Keluarga Choi memiliki anak laki-laki dan keluarga Cho memiliki anak perempuan. Mungkin karena do’a mereka saat itu, saat bintang jatuh. Setelah itu semuanya pun berubah.

– 2013. Busan, 09.35 KST. Pusat Pelatihan Bela Diri Republik Korea. –

“1…..doooorr………2……dooorrrdoooorr……….3……..doorrr dooorr doooor…….4…..”, suara tegas terdengar menggema di sebuah lapangan pelatihan tembakan senjata api. Suara tegas tersebut dimiliki oleh pelatih nan gagah, Choi Siwon. Apa yang sedang ia lakukan? melatih? oh bukan, bukan melatih. Yang sedang terjadi adalah ia sedang menguji kemampuan anak anak dudiknya yang telah latih selama 1 tahun ini . Suara hitungan yang ia lontarkan dengan tegas tadi adalah suara intrupsi ujian dimana apabila ia mengucapkan angka satu, maka anak didiknya akan melepaskan satu tembakan peluru dengan penuh konsentrasi terhadap papan dengan gambar sepiral merah yang berjarak 30 meter dihadapan mereka. Mengapa meraka sangar brkonsentrasi? tentu saja mereka ingin mencapai 1 titik pusat merah agar mereka mendapat pujian dari pelatih mereka tadi, Choi Siwon. Suara intrupsi siwon tadi pun berhenti pada hitungan lima, dengan diakhiri 5 kali tembakan peluru juga dari ke 8 anak didik yang sedang diujinya dari grup terakhir, yaitu grup 10. Siwon pun dengan langkah tegasnya menghampiri 8 target spiral guna mengetahui hasil kerja keras anak didiknya.Ia mengamati setiap objek hasil bidikan dengan sangat teliti dalam waktu yang relatif singkat, diakhiri pula dengan gerakan tangannya untuk mencatat kesimpulan yag telah ia dapatkan. Setelah diakhiri dengan tanda titik yang ia buihkan di kertas yang ada pada tangannya, ia pun mengintrupsi dengan tegas guna mengumpulkan 10 grup yang telah meghadapi ujian. “Seluruh grup berkumpul!”, “NE!” sahut seluruh anak didiknya secara bersamaan. “Kalian tau bahwa tadi adalah grup terakhir yang mengikuti ujian, itu pun mengartikan bahwa kalian akan segera mengetahui hasil dari grup 10 beserta hasil siapa yang akan menjadi penembak terbaik pada sesi ujian kali ini” ia mengatakan hal tersebut dengan diakhiri senyum kecil yang dapat mempesona setiap wanita yang melihatnya, sayangnya ditempat itu sama sekali tidak terlihat adanys manusia yang bergender wanita. Benarkah? maybe….. yang terlihat hanyalah sekumpulan pria yang memandang heran dirinya. Mereka cukup heran dengan ekspresi yang siwon berikan. Tersenyum? sesuatu yang besar pasti terjadi, pikir mereka. “Grup 10, dari ke15 peluru yang masing-masing kalian lepaskan…”, siwon berhenti sejenak. ” Lee Chanyeol, 11 tembakan tepat, meningkat. Choi Minho, 11 tembakan tepat, stabil. Wu Yi Fan 13 tembakan tepat, meningkat. Kim Soohyun, 12 tembakan tepat,stabil….. ” ,siwon menghela nafas sejenak lalu melanjutkan ” Kim Heechul, 11 tembakan tapat, menurun. Song Jongki 13 tembakan tepat, meningkat. Oh Sehun, 12 tembakan tepat, stabil…..” ia pun mengentikan ucapannya saat akan menyebutkan anak didiknya yang terakhir. Lalu ia melemparkan tatapan serta senyum yang semakin menawan pada anak didik terakhir yang akan segera mengetahui tentang hasil ujian kali ini. Anak didik lelakinya yang bertubuh ramping, bermata bulat, perparas manis, berambut sebahu (karena tak ada aturan wajib untuk penataan rambut), dan memiliki tinggi sekitar 173 cm, dia lebih menyerupai seorang wanita, akan tetapi semua mengetahuinya sebagai seorang lelaki. “……Cho Youngsoo, sempurna! 15 tembakan peluru tanpa meleset satupun. Kau selalu  yang menjadi terbaik!. Semua pelatih kau selalu menjadi yang terbaik, baik dalam hal kelas bela diri, pedang, dll.” ucap siwon penuh penekanan pada setiap katanya karena ia sangat bangga pada anak didiknya itu. Ya siapa lagi, seorang lelaki keturunan mantan pengawal presiden yang sangat dipercayai oleh negara. Akan tetapi ayah dari Youngsoo tersebut telah wafat dalam keadaan berjasa saat mengikuti misi negara 21 tahun yang lalu, tepat saat youngsoo dilahirkan. Yah itulah anak didiknya cho youngsoo yang selalu mendapatkan poin sempurna dari semua kelas pelatihan tersebut. Tanpa ia tahu bahwa Cho Youngsoo sebenarnya adalah seorang yeoja, akan tetapi ibu Youngsoo  memaksakan kehendak kepada Youngsoo untuk menjadi seorang namja dikarenakan ibunya percaya bahwa youngsoo adalah anak pembawa sial yang menyebabkan suaminya meninggal pada saat youngsoo dilahirkan dan guna membayar kematian tersebut ia memaksakan youngsoo mrnjadi namja agar youngsoo dapat belajar beladiri dan semacamnya agar kelak menjadi pengawal sesuai keinginan suaminya yang telah tiada.

Di lain tempat, di hari yang sama………

-2013. Seoul, 10:22. Seoul University-

“-dengan memasarkan produk yang memiliki keunggulan dari segi koneksivitas yang tinggi, desain yang elegan dan nyaman digenggam, kamera yang jernih, suara yang jernih pula, disempurnakan harga yang sanga murah.  Maka, produk berupa ponsel ini akan menjadi kegemaran target kita kali ini para remaja. Beberapa keunggulan tersebut dapat terlaksana apabila kita mendapatkab kerjasaa dari perusahaan terkemuka dunia yaitu CPT corp, perusahaan dengan kualitas konektivitas yang baik. G n’6 corp, perushaan Camera dengan kualitas gambar terbaik, dan berbagai perusahaan lainnya. Dengan cara itu selain saham perusahaan semakin meninggi. Perusahaan kami juga akan mendapatkan pengakuan dari negara lain karena telah menciptakan produk berupa ponsel berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau, Ponsel kami….” seorang berkulit pucat yang gagah dan tampan pun menghentikan presentasi yang ia samapaikan, kemudian melirikan kedua matanya kepada kedua temannya, kedua temannya yang mempunyai paras yang cukup tampan itu pun mengerti dari arti lirikan lelaki bertubuh pucat tsb. Kemudian lelaki tampan pucat itu pun menjentrikan jarinya. Dan mereka dengan kompak mengatakan ” GENEVIVUM S68 smart of phone, revolution to technology” perkataan itu menandai berakhirnya presentasi mebakjubkan mereka. Yah tak lupa setelah itu mereka mendapatkan tepukan tangan meriah serta tatapan memuja dari para mahasiswa Business International of Seoul University semester 6 yang menyaksikan presentasi mereka tadi. 3 pemuda terasebut hanya tersenyum bangga atas respon yang teman teman meraka berikan. Setelah beberapa menit berlalalu kemeriahan tersebut berhenti secara perlahan. Hening seketika. Seluruh mata yang berada diruangan tersebut, termasuk tiga pemuda tampan tadi menoleh kepada seseorang yang sangat berpengaruh besar terhadap nilai yang mereka dapatkan. Ketiga pemuda tadi menunggu reaksi sang wania berumur 48 tahun dengan tatapan penuh ketegangan, apalagi diperkuat dengan reaksi dosen mereka  tersebut yang memandang tajam ke arah meraka berada. Oh tidak tidak hanya 2 orang diantaranya yang beraikap seperti itu, sementara si lelaki tampan pucat itu terlihat santai. Hey bukan santai akan tetapi sangaaatlah santai. Setelah keheningan tersebut terjadi dalam waktu yang relatif cepat, terdengar suara tepukan tangan yang ternyata diberikan oleh sang dosen tadi disertai tatapan dan senyum bangga miliknya. Mendapatkan reaksi tersebut kedua pemuda yang dilanda ketegangan tadi pun menghela nafas lega, sedangkan si lelaki pucat tampan itu hanya mengeluarkan smirk yang dimilikinya. “Hebat! Menakjubkan! Luar biasa! gagasan kalian lebih dari cukup membuat ibu merasa bangga memiliki mahasiwa seperti kalian. Choi Kyuhyun, Lee Hyukjae, Henry Lau. Kalian lolos hukuman! kalian dapat mengkuti ujian semester!”. Kedua pemuda bernama hyukjae dan henry melompat lompat gembira tak lupa mereka ajak si penuda pucat, kyuhyun. Akan tetapi kyuhyun hanya diam dan melakukan smirk andalanya membuat para mahasiswa bergender wanita memekik tertahan. “Kyu-ah, kau sungguh tak asik!” seru hyukjae diiringi tepukan tangan dibahu kyuhyun. Saat kyu akan membalas ucapannya, Mrs. hwang selaku dosen berseru “siapa? siapa ide utamanya?” wanita itu bertanya karena presentasi mahasiswanya tadi sangat mengesankan. Bagaimana bisa mahasiswa semester 6 dapat membuat rancangan market dunia yang bahkan mahasiswa lulusan terbaik Seoul University tahun tahun sebelumnya pun ia yakin tak mampu. Sedangkan ini? bayangkan semester 6. Seperti lulusan S2 Business international Harvard Univesity saja. ” hehehe…ibu ini bagaimana yang jelas itu ide kyuhyun. mungkin bila di ibaratkan kami berdua hanya mengerjakan 40% dari tugas ini, 60%nya sudah pasti uri kyuhyunie”seru hyukjae atau eunhyuk orang orang memanggilnya disertai kekehan dan senyum gummienya. “Bagaimana mungkin. Kyu-ah benarkah. Aku sangat tau ayahmu pengusaha international CJN corp. dan kau bahkan dalam 1 semester ini hanya mengikuti kelas sebanyak 60%.  apa ini ide beliau?” tanyanya selidik. Saat kyu akan menjawab, henry menyela, “ibu ini bagaimana, uri kyu memang jenius. Ibu sendiri tahu bahwa ibu baru memberi tugas ini 2 hari yang lalu. Sedangkan Presdir Choi, ayah kyu sedang menghadiri konfrensi pengusaha internasional di Los Angeles.Maaf bu, mungkin karena ibu baru menggantikan Mrs.Kim jadi ibu baru mengetahui jeniusnya uri kyu.Betulkan teman teman?” tanya henry, semua bersorak mengiyakan perkataan henry. Dan sang dosen pun mengerti, mungkin ini turunan gen ayahnya. Ketiga namja tersebut Choi Kyuhyun, Henry Lau dan Lee Hyukjae telah bersahabat semenjak mereka memasuki universitas terbaik korea Seoul University. Mereka terkenal dengan paras tampan dan kaya. Oh tidak itu hanyalah sekedar bumbu karena sebenarnya mereka terkenal akan kepintaran dan keberandalannya. Seperti masalah yang baru kemarin terjadi sebenarnya selalu terjadi pada akhir semester, dimana permasalahan padakehadiran jam kuliah. Sebenarnya namja bernama kyuhyunlah dalangnya, eunhyuk dan henry hanya mengikuti saja. Ya mereka menganggap permasalah mereka selalu tersekesaikan oleh kyuhyun dengan baik. Buktinya 3 tahun mereka kuliah, toh meski kehadiran mereka 80, 70 bahkan 60%, kyuhyun selalu mendapatkan IPK tertinggi yaitu 4,0 dan eunhyuk serta henry selalu mendapatkan 3,5 dalam IPK tersebut. Jadi problemnya manakan? toh mereka melakukan itu dengan kemauan mereka, bagaimaa tak jenuh disaat meraka memiliki cita cita tapi mereka dipaksa menjadi penerus perusahaan. Itu lah sahabat  serangkai.

Tbc…..

Maaf ya ceritanya jelek,udah gitu typo dimana-mana, ini pertama kali aku bikin ff lho, kalo komen lebih dari 30 aku lanjut……. Aku ga berharap komen banyak dulu yang penting ada yang baca dan menghargai…babayyy